Hikmah Aksi Super Damai 212 (2 Desember 2016)

Setelah Aksi Damai 411 pada tanggal 4 November 2016, umat Islam Indonesia kembali melakukan aksi serupa yang disebut dengan Aksi Super Damai 212 pada tanggal 2 Desember 2016. Seperti angka 411, angka 212 juga diambil dari tanggal dan bulan peristiwa itu terjadi.
Mari kita coba menggali hikmah dibalik Aksi Super Damai 212, setelah kita mencoba mengambil hikmah dari Aksi Damai 411.
Walaupun dikatakan Aksi Super Damai 212 serupa dengan Aksi Damai 411 namun menurut hemat kami sebenarnya Aksi Super Damai 212 mempunyai perbedaan yang ketara, kalau tidak ingin dikatakan jauh berbeda dari Aksi Damai 411.
Aksi Super Damai 212 fokus kegiatan utamanya adalah Dzikir dan Doa untuk keselamatan Bangsa. Di banyak tempat di seluruh Indonesia disebutkan sebagai membaca Istighotsah bersama. Banyak yang datang ke Jakarta pada hari Kamis malam Jum’at. Ada yang naik pesawat, ada yang naik bus, kereta api bahkan ada yang berjalan kaki. Banyak di antara mereka yang sudah memulai kegiatan dengan sholat Shubuh bersama di pagi hari Jum’at itu.
Kegiatan resmi diisi dengan membaca dzikir, sholawat, tausiyah dan berdoa serta ditutup dengan sholat Jum’at bersama. Berdoa bersama adalah datang dan memohon kepada Allah, Robb (Tuhan Maha Pemelihara) manusia, Ilah (Tuhan yang disembah) manusia dan Malik (Raja yang menguasai) seluruh manusia. Selama kegiatan tersebut, ucapan dari para ustad pimpinan aksi Super Damai lebih banyak ditujukan kepada Allah dan nasehat kepada diri sendiri, tidak mengeluarkan kata yang tidak sepatutnya diucapkan oleh orang muslim yang berakhlak mulia. Kita telah mendengar nasehat yang mengatakan bahwa dosa kita ini lebih berbahaya dari kesalahan Ahok, sebaiknya kita perbaiki diri kita. Kita juga mendengar doa dari lubuk hati, agar Allah memberikan hidayah kepada Ahok, dan diaminkan oleh beberapa juta orang baik yang hadir maupun yang melihat dari “live streaming”. Ucapan dan doa seperti ini adalah ucapan dan doa layaknya para wali yang selalu muhasabah atas kesalahan dirinya terhadap Allah, sebagai rasa kehambaan yang mendalam yang menginginkan keselamatan bagi seluruh manusia termasuk orang kafir.

Allah Maha Mendengar segala dzikir, doa dan rintihan dalam Aksi Super Damai 212.

Walaupun kita tidak mengetahui pasti bagaimana jawaban Allah atas doa dan rintihan kita kepadaNya pada Aksi Super Damai 212 itu apakah dikabulkan atau tidak, namun kita dapat merasakan dan berprasangka baik bahwa setidaknya sebagian doa dan rintihan kita telah dijawab secara positiv oleh Allah, diantaranya.

  • Ada hujan rintik-rintik untuk menyejukkan udara siang Jakarta yang biasanya panas dan untuk berwudhu bagi jemaah yang batal wudhu. Hujan rintik-rintik adalah salah satu tanda datangnya rahmat Allah.
  • Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla tanpa diduga datang ikut serta sholat Jum’at dan mendengarkan Khotbah Jum’at yang disampaikan oleh Khatib yang juga tidak direncanakan sebelumnya yaitu Habib Riziq Shihab. Seluruh muslimin yang hadir senang dan mengapressiasi kehadiran mereka. Siapakah yang mampu berbuat demikian? Tentu hanya Allah Subhanahu wa ta’ala.
  • Suasana yang aman damai, walaupun yang hadir ada sekitar 2x lipat dari Aksi Damai 411. Kaum muslimin tampak ikhlas saling membantu dan menyapa, bahkan polisi melayani masyarakat dengan mesra. Sampai aksi berakhir dan para peserta pulang meninggalkan tempat tepat pada waktu yang disepakati dengan aman damai tanpa ada kerusuhan dan kekerasan. Tidak ada penyusup yang dapat mengacaukan suasana damai Aksi Super Damai 212. Siapakah yang dapat menjaga kedamaian pada begitu banyak orang kalau bukan Allah?
  • Polisi dan peserta Aksi Super Damai 212 merasakan sama-sama berhasil dengan terlaksananya Aksi Super Damai 212. Siapakah yang dapat memberikan rasa yang demikian selain Allah?
Sedang Aksi Damai 411 bertujuan untuk menyampaikan tuntutan kepada pemerintah, dengan memulai kegiatan dengan sholat Jum’at, kemudian dilanjutkan dengan orasi-orasi yang ditujukan kepada pemerintah, termasuk Presiden. Kadang terdengar orasi dari pimpinan pendemo yang menghujat dan tidak layak diucapkan oleh seorang muslim yang beradab, sedang polisi justru melantunkan istighfar dan asmaul husna.
  • Suasana menjadi panas dan seperti tidak terkendali. Ada pimpinan pendemo yang berbicara keluar dari konteks demo, yaitu menyatakan cara menjatuhkan pemerintah yang sah.
  • Presiden Jokowi yang ingin ditemui, justru tidak berada ditempat yang membuat kecewa pada pendemo.
  • Aksi demo terpaksa melewati waktu yang telah disepakati, yang berakhir dengan kerusuhan yang disebabkan oleh penyusup yang menginginkan kerusuhan.
  • Setelah waktu yang disepakati polisi terpaksa menembakan gas air mata ke arah pendemo dan mengenai sebagian pendemo, yang membuat beberapa pendemo menjadi korban baik terkena tembakan gas air mata langsung maupun oleh gas air mata yang menyesakkan nafas dan memedihkan mata.

Kalau kita ingat firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 79:

Surat An-Nisa Ayat 79
Apa saja nikmat kebaikan yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.

Maka bagi kita orang yang beriman, tidak ada yang lebih baik selain kita muhasabah pada diri sendiri. Mungkinkah musibah yang terjadi pada Aksi Damai 411 adalah sebab kesalahan kita sendiri? Mengapa Allah biarkan semua musibah itu terjadi, sedang dalam Aksi Super Damai 212 yang lebih besar jumlahnya justru Allah jaga dari musibah itu?

Semua yang baik dari Allah, sedang semua yang buruk dari kita sendiri, begitulah layaknya seorang hamba yang mengikuti jalan para kekasih Allah, sebagaimana doa yang selalu kita panjatkan dalam bacaan Al Fatihah yang selalu kita baca dalam setiap sholat:

Al-Fatiah Ayat 6
 Tunjukilah kami jalan yang lurus,
Al-Fatiah Ayat 7
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Kekasih Allah adalah orang-orang yang telah Allah beri nikmat, yaitu Rasulullah shallallahu alaih wassalam, para Shahabat radhiyallahu anhum, para tabi’in, para tabi’ut tabi’in dan seterusnya para wali dan ulama pewaris Nabi.

Buah dari Aksi Super Damai adalah kebersamaan umat Islam yang lama telah hilang. Bahkan sekarang timbul gerakan untuk sholat Shubuh berjamaah di Mesjid secara nasional. Kalau hal ini dapat dilakukan dengan istiqamah, tidak mustahil bantuan Allah akan datang dengan lebih besar lagi dan lebih cepat lagi.

Kita ingat sejarah telah menceritakan kepada kita bahwa Sultan Salahuddin Al Ayyubi pernah melakukan gerakan serupa secara nasional ketika hendak membangkitan iman, rasa kebersamaan dan rasa ukhuwah dengan gerakan peringatan Maulid Nabi shallallahu alaih wassalam dalam rangka berupaya membuka Palestina dari tangan pemerintahan Kristen yang zalim ketika itu. Seluruh umat Islam diperintahkan untuk memperingati Maulid Nabi shallallahu alaih wassalam dengan membaca sirah Nabawiyah, yaitu riwayat hidup Nabi kita Muhammad shallallahu alaih wassalam untuk dapat lebih dikenali dan dicintai sehingga umat Islam terasa berhutang budi kepada beliau shallallahu alaih wassalam dan ingin membalas budi dengan meneruskan perjuangan beliau shallallahu alaih wassalam dengan cara yang beliau shallallahu alaih wassalam contohkan, yaitu dengan iman dan kasih sayang. Pembacaan sirah Nabawiyah itu dilakukan secara terus menerus tidak menunggu pada bulan Rabi’ul awal atau tanggal 12 Rabi’ul awal.

Alhamdulillah, telah kita ketahui bersama akhirnya Umat Islam yang dipimpin oleh Sultan Salahuddin Al Ayyubi berhasil membebaskan Masjidil Aqsha dan Palestina dengan kekuatan yang mendamaikan dan kasih sayang.

Wallahu a’lam

Artikel lain ada dalam Daftar Isi
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s