Perbedaan mengakui Allah Yang Memberi Rezeki dengan dan tanpa mengaitkan dengan Sifat Rububiyah Yang Maha Mendidik dan Kasih Sayang

Dalam Tauhid 3 serangkai dinyatakan bahwa orang beriman dan orang kafir sama-sama mengakui Tauhid Rububiyah (lihat rumaysho.com/3637) yaitu sama-sama meyakini bahwa Allah adalah yang memberi rezeki kita, berdasarkan Qur’an Surat 10 Yunus: 31

10:31
Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?

Rumaysho_org_musy_mengakui_Tau_Rub_box

Jadi orang musyrik mengakui Allah Memberi rezeki, Memiliki bumi, Mempunyai 7 langit dan Arasy telah ditakwil menjadi orang musyrik mengakui Tauhid Rububiyah, seolah-olah Sifat-Sifat itu adalah keseluruhan Sifat Rububiyah Allah. Padahal menurut kaidah Tauhid Asma wa Sifat menyatakan bahwa Sifat Allah mesti ditetapkan sebagaimana makna zahirnya tanpa takwil tanpa takwil. Lihat snapshot dibawah ini.

Rumaysho_org_musy_Tau_Asma_Sifat_zahir_boxOrang musyrik tidak mengakui Sifat Allah Menghidupkan manusia di akhirat, dan Sifat Allah mengutus Rasulullah shallallahu alaihi wassalam sebagai rahmat untuk alam semesta. Jadi dua Sifat Allah ini telah dita’thil dalam pembahasan Tauhid Rububiyah. Makna asli Rububiyah yang bermakna Memelihara/Mendidik yang erat dengan Sifat Rahmat (Kasih Sayang) sama sekali tidak dibahas. Dengan hujjah yang sederhana ini saja dapat kita lihat dengan jelas double standard pada kaidah Tauhid dibagi tiga.

Kalau kita tidak mengenal arti Rububiyah yang bermakna Maha Memelihara dan Mendidik yang erat dengan Sifat Rahmat (Kasih Sayang), kita akan mudah membenarkan pernyataan mereka bahwa orang musyrik mengakui Tauhid Rububiyah. Padahal pemahaman mereka tentang Rububiyah dalam Tauhid Rububiyah bertentangan dengan Al Qur’an, sebab mereka justru menta`thil (membuang) makna Memelihara dan Mendidik dengan kasih sayang.

Ahlussunnah wal Jama’ah meyakini Allah Yang Maha Memberi rezeki dengan mengaitkan Sifat Rububiyah Allah Yang Maha Memelihara dan Mendidik dengan Kasih sayang sebagaimana orang beriman yang meneladani Rasulullah shallallahu alaihi wassalam, sedang Tauhid 3 serangkai meyakini Allah memberi rezeki sebagaimana orang kafir yang tidak mengaitkan sama sekali dengan Sifat Rububiyah Allah Yang Maha Memelihara dan Mendidik dengan Kasih sayang.

Orang beriman selalu sadar untuk apa Allah memberi rezeki yaitu untuk menguji kita apakah kita termasuk orang yang bersyukur atau kufur, ini dijelaskan dalam QS An-Naml:40,

Surat An Naml ayat 40
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia, 

 

Apakah orang kafir juga mengakui dan memahami bahwa rezeki yang diperolehnya dari Allah seperti orang beriman. Dalam pengalaman sehari-hari pun kita dapat mengetahui bahwa orang kafir tidak pernah mencari hikmah untuk apa Allah memberinya rezeki, sebab mereka memang tidak mengakui Allah sebagai Robb /Tuhan mereka Yang Memiliki Sifat Rububiyah, Yang Maha Memelihara dan Mendidik dengan Kasih Sayang.

Maka mereka tidak peduli untuk apa Allah memberi rezeki, bahkan orang kafir merasa sombong atas rezeki yang diterimanya, dianggapnya itu adalah karena ilmunya, sebagaimana firman dalam QS Al Qashash:78

 

Surat Al Qashash ayat 78
Karun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.

 

Begitulah besar perbedaan pengakuan terhadap rezeki Allah. Tergantung dari bagaimana kita mamahami makna Rububiyah. Orang beriman sangat sadar bahwa semua karunia Allah adalah untuk menguji dirinya sebagai Rahmat (kasih sayang) dalam Didikan dan Pemeliharaan Allah kepadanya, sedang orang kafir tidak tahu dan tidak peduli dengan Didikan dan Pemeliharaan Allah, sebab orang kafir memang tidak mengakui Sifat Rububiyah Allah, yang Maha Memelihara dan Mendidiknya dengan kasih sayang. Bahkan orang kafir berputus asa terhadap Rahmat (Kasih Sayang) Allah.

Ini jelas disebut dalam Quran Surat Yusuf 87:

Surat Yusuf Ayat 87
Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir

 

Dan dalam Surat Al Ankabut 23

Surat Al 'Ankabut Ayat 23
Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih

 

Berdasarkan pengalaman dan dalil Al Qur’an terbukti bahwa orang kafir tidak pernah mengakui Tauhid Rububiyah seperti yang dikatakan oleh ajaran Tauhid 3 serangkai.

Lihat juga:

Perbedaan pemahaman orang beriman dan orang kafir terhadap Allah sebagai Pencipta langit dan bumi

Perbedaan memahami Allah Yang Menghidupkan dan Mematikan dengan dan tanpa Sifat Rububiyah Yang Maha Mendidik dan Kasih Sayang

Allah sebagai Maha Pencipta manusia di mata orang beriman dan orang musyrikin

Hakikat perbedaan ilmu yang bersanad dan ilmu tanpa sanad

Wallahu a’lam

Artikel lain ada dalam Daftar Isi

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s