Mari menyelami Sifat Wajib Allah yang 20 (bagian 4: Sifat Ma’ani Sama’ dan Bashar)

Setelah mempelajari Sifat Allah yang 20 bagian 1, 2 dan 3:
Mari menyelami Sifat Wajib Allah yang 20 (bagian 1: Sifat Nafsiyah dan Sifat Salbiyah)
Mari menyelami Sifat Wajib Allah yang 20 (bagian 2: Sifat Ma’ani: Hayyun, Qudrah dan Iradah)
Mari menyelami Sifat Wajib Allah yang 20 (bagian 3: Sifat Ma’ani Ilmun dan Kalam)
Marilah kita membahas 2 Sifat Ma’ani dan 2 Sifat Ma’nawiyah yang terakhir yakni.

12. Sifat Ma’ani Sama’ (Maha Mendengar), 19. Sifat Ma’anawiyah Kaunuhu Sami’an (Dzat Yang selalu berkeadaan Maha Mendengar).

Allah berfirman dalam QS Asy Syuura : 11

Surat Asy-Syura ayat 11
(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat

Disebutkan dalam ayat di atas bahwa tidak ada yang serupa dengan Allah, dan Allah adalah Maha Mendengar dan Maha Melihat.

Mari kita menjelaskan Sifat Maha Mendengar dengan Sifat Salbiyah.

Allah mendengar segala yang wujud, yaitu DzatNya Yang Maha Suci dan makhlukNya. Allah Mendengar tidak terikat dengan waktu, maksudnya tidak ada awal dan akhirnya. Allah mendengar baik ketika makhlukNya itu belum diwujudkan, ketika sedang wujud maupun setelah makhluk sudah tidak wujud lagi atau sudah dimusnahkan. Allah Mendengar suara yang disuarakan maupun yang tidak disuarakan. Allah Mendengar semua itu dengan jelas dan terang tanpa alat tanpa perlu adanya perantara ruang dan waktu. Maha Hebat Allah Yang Maha Mendengar.

13. Sifat Ma’ani Bashar (Maha Melihat), 20. Sifat Ma’anawiyah Kaunuhu Bashiran (Dzat Yang selalu berkeadaan Maha Melihat).

Dalam QS Asy Syuura : 11 di atas telah disebutkan bahwa Allah Maha Melihat.

Mari kita uraikan Sifat Maha Melihat Allah dengan Sifat Salbiyah.

Sifat Maha Melihat Allah tidak terikat oleh waktu. Allah Maha Melihat setiap yang wujud. Allah Melihat DzatNya yang Maha Suci dan juga makhlukNya. Allah Melihat makhluk dan semua yang terjadi ketika makhluk dan kejadian itu belum diwujudkan, ketika sedang wujud dan terjadi. Demikian juga Allah tetap Melihat ketika makhluk dan kejadian itu sudah tidak wujud dan sudah berlalu.
Waktu dan tempat tidak menghalangi Allah dari Melihat semua itu.  Allah Melihat tanpa alat penglihatan tanpa perlu cahaya dan perantara. Segala sesuatu dilihatNya dengan jelas dan detail, mulai dari sebesar-besar makhluk hingga sekecil-kecil makhluk. Baik yang di alam nyata maupun yang di alam ghaib. Subhanallah, Maha Hebat Allah Yang Melihat semua itu.

Objek Sifat Maha Mendengar dan Maha Melihat
Sifat Maha Mendengar dan Maha Melihat mempunyai kesamaan objek, yakni semua yang wujud. Yang dimaksud yang wujud adalah Dzat Allah dan makhlukNya. Wujudnya Dzat Allah bersifat Qidam (tidak ada awalnya) dan Baqa (kekal, tidak ada akhirnya). Dzat yang tidak serupa dengan makhluk. Dzat yang tidak tergantung dengan selainNya. Dzat yang Maha Esa.
Wujudnya makhluk dan apa yang dilakukan makhlukNya ada awalnya dan ada akhirnya. Allah Melihat semua itu tanpa dihalangi oleh waktu dan tempat.

Kalau kita selalu dapat menyadari betapa Allah selalu mendengar dan melihat seluruh perbuatan termasuk apa-apa yang ada dalam hati kita, tentu kita tidak akan berkata perkara yang dilarang. Bahkan untuk melakukannya dalam hati kita. Allah sudah mendengar dan melihat semua sebelum kita melakukannya, dan semua itu akan selalu Allah lihat walaupun telah berlalu. Sangat mudah bagi Allah untuk membuka semua keburukan dan kejahatan kita baik yang telah lalu maupun yang akan datang. Maka patut kita senantiasa beristighfar, senantiasa mengharapkan rahmat Allah dan  selalu berprasangka baik kepada Allah.

Syubhat meyakini Allah punya mata

Perlu ditambahkan disini tentang bahaya fahaman yang meyakini bahwa Allah mempunyai mata bahkan disebutkan mempunyai dua mata karena memahami nas Quran dan Hadits dengan makna zahirnya, walaupun mereka mengatakan “mata” Allah tidak serupa dengan mata makhlukNya (lihat Abul-Jauzaa: Sifat Mata Bagi Allah).
Mengapa perkara ini berbahaya dan syubhat? Karena ayat itu adalah termasuk ayat Mutasyabihat (syubhat /samar maknanya). Mereka menafikan Sifat Wahdaniyah (Maha Esa) Allah. Dengan mengatakan Allah punya 2 mata, maka mereka berkeyakinan bahwa Allah mempunyai beberapa anggota Dzat. Walaupun mereka katakan anggota-anggota Dzat Allah itu tidak seperti anggota-anggota badan makhlukNya. Secara tidak sadar mereka telah menyerupakan Dzat Allah dengan makhluk yang mempunyai anggota badan (jism), itulah sebabnya golongan ini disebut Mujassimah. Ini keyakinan yang rancu, mereka berkeyakinan Dzat Allah itu terdiri dari anggota-anggota Dzat tetapi Dzat Allah satu, Dzat Allah satu tapi terdiri dari anggota-anggota Dzat, sebagaimana rancu dan berbahayanya keyakinan orang yang mengatakan Tuhan itu satu tapi tiga, Tuhan itu tiga tapi satu.
Bagaimana manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah memahami ayat Mutasyabihat dapat dilihat pada  tulisan ini.

Keanehan pemahaman Aqidah mereka ini nampak jelas ketika membahas Sifat Rububiyah dalam Tauhid Rububiyah, karena untuk Sifat ini mereka tidak lagi memahami makna zahir Rububiyah, tetapi bersandar kepada pemahaman orang kafir ketika ditanya siapakah yang menciptakan mereka, yang memberi rezeki, yang mengatur alam ini serta siapa yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mati dari yang hidup? Orang kafir menjawab: Allah.
Kemudian mereka langsung membuat berkesimpulan bahwa orang kafir mengakui Tauhid Rububiyah, seolah-olah itulah semua Sifat Rububiyah Allah, lupa bahwa makna zahir Rububiyah adalah Maha Memelihara yang erat dengan Sifat Rahmat (Kasih Sayang) Allah.

Wallahu a’lam

Artikel lain ada dalam Daftar Isi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s