Mari menyelami Sifat Wajib Allah yang 20 (bagian 3: Sifat Ma’ani Ilmun dan Kalam)

Setelah mempelajari Sifat Allah yang 20 bagian 1 dan 2:
Mari menyelami Sifat Wajib Allah yang 20 (bagian 1: Sifat Nafsiyah dan Sifat Salbiyah)
Mari menyelami Sifat Wajib Allah yang 20 (bagian 2: Sifat Ma’ani: Hayyun, Qudrah dan Iradah)

Mari kita dalami Sifat Wajib Allah Ma’ani yang berikutnya yaitu:

10. Sifat Ma’ani : Ilmun (Maha Mengetahui), 17. Sifat Ma’anawiyah: Kaunuhu Aliman (Dzat Yang selalu berkeadaan Maha Mengetahui)

Keterangan Sifat Maha Mengetahui Allah dengan Sifat Salbiyah

Sifat Maha Mengetahui Allah tidak didahului dengan tidak atau kurang mengetahui. Sifat Maha Mengetahui Allah adalah sempurna, tidak pernah bertambah dan tidak pernah berkurang, tidak terikat oleh waktu, tidak ada akhirnya. Sifat Ilmun Allah tidak diciptakan, seperti sifat mengetahui makhlukNya. Sifat Mengetahui Allah tidak bergantung pada makhluk. Sifat Maha Mengetahui Allah Esa, pada Dzat Allah yang Esa.

Sifat Mengetahui Allah tidak terikat waktu. Allah Mengetahui seluruh alam ini, sebelum alam ini diciptakan, ketika alam ini ada dan setelah alam ini ditiadakan. Demikian juga dengan alam yang nantinya Allah jadikan kekal selama-lamanya seperti Syurga dan Neraka serta penghuninya. Allah Mengetahui setiap kejadian ketika kejadian itu belum berlaku, ketika sedang terjadi, dan setelah kejadian itu berlalu. Bagi Allah, waktu dan tempat bukan penghalang untuk Allah Mengetahui sesuatu dan Allah Mengetahui secara menyeluruh sedetail-detailnya. Allah Mengetahui yang zahir dan yang bathin, yang terlihat dan tersembunyi.  Subhanallah Alhamdulillah Allahu Akbar Maha HebatNya Allah.

Firman Allah dalam QS Al Mulk:13

Surat Al-Mulk Ayat 13

Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

Walaupun Allah Maha Melihat dan Maha Mendengar, Allah Maha Mengetahui sesuatu tanpa perlu Melihat dan Mendengar.

11. Sifat Ma’ani : Kalam (Maha Berfirman), 18. Sifat Ma’anawiyah: Kaunuhu Mutakaliman (Dzat Yang selalu berkeadaan Maha Berfirman)

Mari kita uraikan Sifat Maha Mengetahui Allah dengan Sifat Salbiyah

Sifat Maha Berfirman Allah adalah tanpa permulaan dan tanpa akhir. Allah Maha Berfirman tidak terikat dengan waktu dan tempat, berbeda dengan manusia yang jika berkata memerlukan waktu dan tempat untuk menyampaikan perkataanya. Firman Allah tidak seperti perkataan makhluk. Firman Allah tidak diciptakan, seperti perkataan makhluk. Firman Allah adalah difirmankan oleh Dzat Allah yang Maha Esa.

Al-Qur’an

Al Qur’an adalah Kalamullah (Firman Allah). Allah menyampaikan sebagian dari Kalam (Firman) Nya melalui Al Qur`an. Oleh sebab itu disebutkan bahwa Al Qur’an bukan makhluk. Al Qur’an yang disampaikan dalam bahasa Arab melalui Malaikat Jibril kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa alihi wassalam adalah terjemah Kalam Allah agar dapat difahami oleh manusia. Lafaz bahasa Arab Al Qur’an adalah makhluk, demikian juga Mushhaf yang berisi tulisan bahasa Arab Al Qur’an adalah makhluk.
Berbeda dengan Kitab Suci terdahulu (Taurat, Zabur dan Injil) yang telah diubah, dikurangi, dan ditambah isinya, Allah secara khusus menjaga keaslian Kitab Suci Al-Qur’an yaitu lafaz dan tulisan bahasa Arab Al Qur’an yang hingga akhir zaman, dengan melalui para hafiz (penghafal Al Qur’an) dan ilmu Al Qur’an melalui para ulama pewaris Nabi, sedangkan hakikat Al Qur’an sebagai Kalam Allah adalah tak dapat dirusakkan, sebab ianya bukan makhluk yang diciptakan.
Jika lafaz bahasa Arab Al Qur’an adalah terjemah Kalam Allah agar kita dapat membaca dan mendengarnya, maka diri Rasulullah Shallallahu alaihi wa alihi wassalam adalah terjemah pelaksanaan Al Qur’an di muka bumi ini agar para Shahabat radhiallahu anhum dapat melihat, mengalami, merasakannya, memahaminya dan melaksanakannya. Rasulullah Shallallahu alaihi wa alihi wassalam adalah uswatun hasanah, tauladan yang baik bagi orang beriman yaitu yang mengharap rahmat Allah dan hari akhir serta banyak berdzikir.

Surat Al Ahzab Ayat 21
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Dari Shahabat radhiallahu anhum ilmu Al Qur’an disampaikan kepada Tabi’in, dan dari Tabi’in kepada Tabi’ut Tabi’in dan seterusnya kepada ulama dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ulama adalah pewaris para Nabi yang membawa ilmu dari Kalamullah.
Oleh sebab itu pula ilmu Al Qur’an dan ilmu agama yang sebenarnya ada dalam hati manusia yaitu hati para ulama pewaris Nabi bukan pada rekaman, mushhaf atau buku.
Hal ini dijelaskan dalam Hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wa alihi wassalam: “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan serta merta mencabutnya dari hati manusia. Akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ‘ulama. Kalau Allah tidak lagi menyisakan seorang ‘ulama pun, maka manusia akan menjadikan pimpinan-pimpinan yang bodoh. Kemudian para pimpinan bodoh tersebut akan ditanya dan mereka pun berfatwa tanpa ilmu. Akhirnya mereka sesat dan menyesatkan. [Al-Bukhari (100, 7307); Muslim (2673)]

Jawaban terhadap fitnah golongan yang mengatakan hukum Islam sudah ketinggalan zaman

Dengan kita memahami bahwa Sifat Maha Mengetahui Allah adalah  tidak terikat oleh waktu, ini membentengi iman kita dari fitnah orang yang mengatakan bahwa hukum Allah dalam Al Qur’an dan Hadits sudah ketinggalan zaman. Anggapan ini adalah bathil, sebab telah menolak  Sifat Qidam (tidak berawal) dan Baqa (kekal) bagi Sifat Maha Mengetahui Allah yaitu Sifat yang menegaskan Sifat Allah yang tidak terikat oleh waktu. Mereka telah beranggapan bahwa Ilmu Allah terhalang oleh waktu, sehingga menurut mereka Allah tidak tahu kejadian apa yang akan terjadi sekarang dan yang akan datang, sebagaimana mereka (makhluk). Maha Suci Allah dari apa yang mereka tuduhkan itu.

Objek Sifat Ilmun dan Kalam

Jika Sifat Qudrah dan Iradah mempunyai objek yang sama yaitu perkara yang Jaiz menurut hukum akal, maka Sifat Ilmun dan Kalam mempunyai objek yang sama pula yaitu seluruh perkara, yang  menurut hukum akal terbagi 3 yaitu perkara yang Wajib, yang Mustahil dan yang Jaiz. Allah mengetahui seluruh perkara itu. Tidak ada sesuatupun yang Allah tidak mengetahui. Untuk memahami apa itu hukum akal kita perlu mempelajari Ilmu Mantiq.

Contoh Firman Allah yang memberitakan perkara yang Wajib dan Mustahil ada dalam

QS Al Ikhlas :

Surat Al-Ikhlas Ayat 1
 Katakanlah: “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
Surat Al-Ikhlas Ayat 2
 Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
Surat Al-Ikhlas Ayat 3
 Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
Surat Al-Ikhlas Ayat 4
dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

Dalam Surat Al Ikhlas di atas disebutkan Allah Wajib bersifat Maha Esa dan Mustahil Allah mempunyai anak dan diperanakan. Perkara yang Wajib dan Mustahil ini tidak termasuk dalam objek Sifat Qudrah (Maha Kuasa) dan Sifat Iradah (Maha Berkehendak) Allah.
Contoh Firman Allah yang memberitakan perkara yang Jaiz yang ada dalam objek Sifat Qudrah dan Iradah Allah ada  dalam QS Al Maidah: 48

Surat Al-Maidah Ayat 48

Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu


Dalam ayat di atas Allah berfirman bahwa Allah Maha Kuasa untuk menjadikan seluruh manusia menjadi satu umat saja, tetapi Allah Berkehendak tidak terjadi, maka umat yang satu tidak terjadi untuk menguji manusia.

Contoh lain Firman Allah yang memberitakan perkara yang Jaiz yang ada dalam objek Sifat Qudrah dan Iradah Allah ada dalam QS Maryam 19-21, yang memberitakan  hukum alam tunduk kepada Kuasa Allah jika Allah Menghendaki.

Surat Maryam Ayat 19

Ia (jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.

Surat Maryam Ayat 20

Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!”

Surat Maryam Ayat 21

Jibril berkata: “Demikianlah”. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan”.


Dalam ayat di atas Allah Berfirman tentang Mu’jizat yang berlaku pada Nabi Isa yaitu terjadi dalam kandungan ibundanya Siti Maryam tanpa adanya ayah, yang jika Allah sudah Berkehendak maka terjadilah ia dengan Kuasa Allah.

 

(bersambung)


 

Wallahu a’lam

Artikel lain ada dalam Daftar Isi

Iklan

2 pemikiran pada “Mari menyelami Sifat Wajib Allah yang 20 (bagian 3: Sifat Ma’ani Ilmun dan Kalam)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s