Mari menyelami Sifat Wajib Allah yang 20 (bagian 2: Sifat Ma’ani: Hayyun, Qudrah dan Iradah)

Kalau kita sudah memahami Sifat Wajib Allah yang Nafsiyah (1 Sifat) dan Salbiyah (5 Sifat) maka kita akan dapat lebih mudah memahami Sifat Wajib Allah yang lain yaitu Sifat Ma’ani dan Sifat Ma’nawiyah. Sifat Ma’ani adalah Sifat yang tetap pada Dzat Allah yang menjelaskan keaktivan Dzat Allah. Sifat ini dapat kita fahami maknanya oleh akal kita tanpa kita melihat/membayangkan Dzat Allah. Itulah sebabnya di sebut Sifat Ma’ani. Dzat Allah bukanlah berjasad/berjism sebagaimana makhluk. Akal kita tidak akan mampu membayangkan dan memikirkan Dzat Allah. Kita tidak diwajibkan untuk memikirkannya. Allah hanya mewajibkan kita untuk mengenalNya melalui Sifat dan PerbuatanNya. Ma’ani adalah nama Sifatnya. Dzat yang bersifat Ma’ani disebut Dzat yang keadaannya mempunyai Sifat Ma’anawiyah.

Imam Abul Hasan Al Asy’ari merumuskan Sifat Ma’ani ada 7, sebab jika disebut Allah itu bersifat Ma’ani maka Dzat Allah selalu berkeadaan mempunyai Sifat Ma’anawiyah, sedang Imam Abu Mansur Al Maturidi memisahkan Sifat Ma’ani dari Sifat Ma’anawiyah. Namun hakikatnya pemahaman kedua perumusan itu adalah sama. Jadi ada 7 Sifat Ma’ani yang Wajib ada pada Allah yang diikuti dengan 7 Sifat Ma’nawiyah yang Wajib pula. Karena rahmatNya, Allah memberikan sebagian kecil Sifat Ma’ani ini kepada manusia, agar manusia pandai bersyukur dan dapat mengenal Allah Maha Pemelihara Manusia. Perlu kita ketahui bahwa Sifat Ma’ani Allah tidak diciptakan sebagaimana Sifat WujudNya Allah Al Khaliq Maha Pencipta, sedang sifat ma’ani pada manusia adalah diciptakan sebagaimana manusia itu adalah makhluk Allah yang diciptakan.
Kita diwajibkan mempelajari Sifat Wajib Allah ini adalah di satu sisi untuk kita dapat mengenal Kehebatan dan Keagungan Allah dan di sisi lain agar kita dapat menyadari betapa kita ini makhluk dan hamba Allah yang lemah yang sangat memerlukan rahmat Allah. Kita akan lebih dapat memahaminya setelah kita membahas Sifat Ma’ani dan Ma’anawiyah yang Wajib bagi Allah satu persatu.

7. Sifat Ma’ani: Hayyun (Maha Hidup). 14. Sifat Ma’anawiyyah: Kaunuhu Hayyan (Dzat yang selalu Berkeadaan Maha Hidup).

Mari kita uraikan Sifat Hidup Allah dengan Sifat Salbiyah

Sifat Hidup Allah adalah tetap, tidak ada awal dan akhirnya, Sifat Hidup Allah tidak terikat atau terdominasi oleh waktu.
Sifat Hidup Allah tidak bergantung dengan yang lain (makhluk).
Sifat Hidup Allah adalah Esa, tidak tersusun dari beberapa dzat hidup.
Sifat Hidup Allah tidak serupa dengan hidupnya makhluk.

Hidupnya makhluk ada awal dan ada akhirnya. Hidupnya makhluk ada umurnya. Umur hidup makhluk bertambah dengan berjalannya waktu dan berhenti sebagaimana yang Allah Kehendaki. Hidupnya makhluk tergantung dari makhluk lain. Seluruh makhluk hidupnya tergantung kepada Allah Dzat yang Maha Hidup. Hidupnya makhluk terdiri dari dzat-dzat hidup yang lain, contoh manusia yang hidup terdiri dari ruh dan jasad. Jasadpun terdiri dari organ-organ tubuh yang hidup. Sifat hidupnya makhluk dapat berubah-ubah, melemah dan menguat.

Firman Allah dalam QS Al Baqarah 255

Ayat Kursi

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Allah Maha Hidup dan selalu aktiv. Allah adalah Al Hayyul Al Qayyum, Allah selalu berkeadaan Hidup yang aktiv tidak pernah lelah, tidak pernah tidur bahkan  tidak mengantuk sedikitpun, tidak pernah berkurang kesiapanNya sedikitpun.

Objek Sifat Hidup
Kalau kita membahas Allah sebagai Subjek, maka Sifat Hidup tidak mempunyai objek. Inilah satu-satunya dari 7 Sifat Ma’ani  yang tidak mempunyai objek.

8. Sifat Ma’ani: Qudrah artinya Maha Kuasa. 15. Sifat Ma’anawiyah: Kaunuhu Qadiran, Allah selalu berkeadaan Maha Berkuasa.

Mari kita uraikan Sifat Maha Kuasa Allah dengan Sifat Salbiyah

Kuasa Allah adalah tetap dan sempurna. Kuasa Allah tidak diciptakan, sudah sedia ada. Tidak ada permulaannya dan tidak akan ada akhirnya. Tidak berkurang dan tidak bertambah. itulah sebabnya disebut Maha Kuasa.
Sifat Kuasa Allah tidak diciptakan dan tidak bergantung dengan yang lain. Allah Maha Kuasa terhadap seluruh makhlukNya. Kuasa yang ada pada makhluk adalah kuasa yang Allah ciptakan dan berikan kepada makhluknya, sebagaimana yang Allah Kehendaki.
Sifat Kuasa Allah adalah Esa (Tunggal), tidak tersusun dari kuasa-kuasa yang banyak. Sifat Kuasa Allah tidak serupa dengan sifat kuasanya makhluk.

Kuasa Allah tidak terikat atau terdominasi oleh makhluk termasuk tempat/volume dan waktu. Bagi Allah menciptakan nyamuk yang kecil sama mudahnya dengan matahari yang besar, Allah sama sekali tidak terbebani dengan penciptaan seluruh makhlukNya.
Bagi Allah waktu proses penciptaan nyamuk yang hanya beberapa hari adalah sama singkatnya dengan waktu proses penciptaan matahari yang milyaran tahun. Subhanallah, Maha Besar dan Hebatnya Kuasa Allah itu.

Firman Allah dalam QS Al Baqarah 284

Surat Al-Baqarah Ayat 284

Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

9. Sifat Ma’ani: Iradah artinya Maha Berkehendak. 16. Sifat Ma’anawiyah: Kaunuhu Muridan, Allah selalu berkeadaan Maha Berkehendak.

Mari kita uraikan Sifat Maha Berkehendak Allah dengan Sifat Salbiyah

Sifat Berkehendak Allah tidak ada permulaannya dan tidak ada akhirnya, tidak terikat dengan waktu. Sifat Kehendak Allah tidak bergantung dengan yang lain. Sifat Kehendak Allah adalah Esa, ada pada Dzat Allah Yang Esa, tidak tersusun dari kehendak-kehendak dzat selainNya. Sifat Berkehendak Allah tidak serupa dengan sifat kehendak makhlukNya.

Segala makhluk yang ada dan kejadian yang berlaku adalah atas kehendak Allah. Segala yang tidak ada dan kejadian yang tidak terjadi adalah karena Allah tidak menghendaki hal itu ada dan terjadi. Tidak ada sesuatu makhluk atau kejadian yang ada kecuali yang dikehendaki Allah. Firman Allah dalam QS Al Hadid: 22 dan 23

Surat Al Hadid Ayat 22
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah
Surat Al Hadid Ayat 23
(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,

Perlu kita ketahui bahwa Kehendak Allah berbeda dengan Keredhaan Allah. Allah redha kepada makhluk yang mentaati perintahNya dan Allah tidak redha kepada makhluk yang menolak perintahNya atau melanggar laranganNya. Allah tidak memerlukan makhlukNya termasuk ketaatan makhlukNya terhadap perintahNya. Allah tidak memerlukan iman manusia. Jika seluruh manusia beriman, Kemuliaan Allah tidak bertambah, kalau seluruh manusia kafir, Kemuliaan Allah tidak berkurang.
Dari pernyataan ini maka ada 4 kategori Kehendak Allah dilihat dari sisi keredhaan Allah

  1. yang dikehendaki adanya dan adanya itu diredhoi oleh Allah. Misalnya dikehendakiNya seseorang beriman dan beramal soleh. Ini sesuai perintahNya, maka Allah redha padanya.
  2. yang dikehendaki adanya dan adanya itu tidak diredhoi Allah. Misalnya, dikehendakiNya seseorang berbuat dosa yang dilarangNya, maka Allah tidak redha padanya.
  3. yang tidak dikehendaki adanya dan tidak adanya itu diredhoi Allah. Misalnya tidak dikehendakiNya seseorang berbuat maksiat dan dosa. Ini sesuai dengan larangan Allah, maka Allah redha padanya.
  4. yang tidak dikehendaki adanya dan tidak adanya itu tidak diredhoi Allah. Misalnya tidak dikehendakiNya seseorang beriman dan beramal soleh. Beriman dan beramal soleh adalah perintah Allah, siapa yang tidak beriman dan beramal soleh, Allah tidak redha padanya.

Perlu dingat, Allah Berkehendak memberikan manusia yang berakal pilihan untuk mentaati atau menolak perintah Allah. Oleh sebab itu kita bertanggung jawab penuh atas pilihan kita itu. Kita tidak tahu mana dari 4 point Kehendak Allah di atas yang terjadi pada diri kita sebelum kita melalui waktu berlakunya kejadian itu. Setelah kejadian itu berlaku barulah kita tahu Kehendak Allah, itupun hanya sedikit dan mungkin setelah itu kita lupa akan apa yang telah terjadi atau tidak mengetahui lagi.
Disinilah kita dapat merasakan betapa diri kita ini hamba Allah yang lemah, dan Allah adalah Robb Tuhan Maha Pemelihara kita yang Maha Kuasa dan Berkehendak. Sebagai hamba Allah hendaklah kita selalu berprasangka baik dan beradab kepada Allah Robb kita, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alahi wassalam dan orang-orang yang ikhlas yang mengikutinya. Segala yang baik kita katakan itu datang dari Allah, sedang segala yang buruk itu dari dosa dan kesalahan kita. Allah berfirman dalam QS An-Nisa :79

Surat An-Nisa Ayat 79
Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.

 

Maksud Kun fa yakun
Sifat Qudrah dan Sifat Iradah dikatakan bersifat Qidam (bersedia, tidak mempunyai awal) dan bersifat Baqa (tidak ada akhir) maksudnya adalah tidak terikat dengan waktu. Firman Allah di QS Al Baqarah :117

Surat Al-Baqarah Ayat 117

Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” Lalu jadilah

Firman Allah ini  menjelaskan kepada kita tentang Maha Berkehendak dan Maha KuasaNya Allah atas segala sesuatu, betapa mudahnya bagi Allah menciptakan sesuatu. Begitu mudahnya cukup dengan Allah Berkehendak, maka Allah melaksanakan KehendakNya itu dengan Berfirman, maka apa yang dikehendaki Allah itu ada atau terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki Allah tidak akan ada dan tidak akan terjadi.
Namun perlu diingat bahwa ayat tersebut bukanlah menjelaskan urutan waktu dari Allah Berkehendak hingga apa yang dikehendaki Allah itu terjadi, sebab Sifat Qudrah (Berkuasa) dan Iradah (Berkehendak) Allah tidak terikat waktu.
Maka antara Kehendak Allah untuk menciptakan sesuatu, Allah berfirman dan sesuatu itu ada atau terjadi adalah tidak ada selang waktu bagi Allah. Seperti telah disebut di atas, waktu lamanya proses penciptaan nyamuk dan proses penciptaan matahari bahkan proses penciptaan seluruh alam semesta ini adalah sama singkatnya dan mudahnya bagi Allah.

Objek Sifat Qudrah dan Iradah
Dilihat dari objeknya, Sifat Qudrah dan Iradah mempunyai kesamaan objek yaitu semua yang Jaiz menurut hukum akal. Jadi yang dimaksud Allah Maha Berkehendak dan Maha Berkuasa atas segala sesuatu adalah segala sesuatu yang Jaiz (mungkin). Sifat Qudrah dan Iradah tidak ada kaitannya dengan yang Wajib dan Mustahil menurut hukum akal, sebab dapat dikatakan berkuasa dan berkehendak jika hal itu mungkin (Jaiz), bukan sesuatu yang Wajib atau Mustahil (lihat Mengapa Ilmu Mantiq diperlukan untuk memahami Aqidah).

Mengapa ini penting dibahas? Sebab di akhir zaman ini  banyak orang yang keliru menggunakan akalnya sebab tidak belajar dan memahami ilmu Mantiq (Logika), sehingga goyah imannya dan menggoyahkan iman orang lain.

Contoh orang yang salah menggunakan akalnya sehingga mengatakan pernyataan yang keliru:
Mampukah Allah menciptakan makhluk yang Allah tidak mampu memusnahkannya?
Allah mampu menciptakan makhluk. Makhluk yang diciptakan adalah mungkin ada dan mungkin tidak ada atau dimusnahkan. Hanya Allah yang Wajib adanya dan Mustahil dimusnahkan.
Jadi pernyataan itu sudah keliru yang keluar dari orang yang keliru atau tidak menggunakan akalnya, tidak ada kaitan dengan kemampuan Kehendak dan Kuasa Allah.

Kita yang mengenal Sifat Qudrah dan Iradah Allah sepatutnya menjadi orang yang besar harapannya namun juga besar takutnya kepada Allah. Sebab ketika kita terbuat dosa atau kita dalam keadaan buruk, adalah mungkin (Jaiz) bagi Allah untuk menerima taubat kita dan mengubah nasib kita akan menjadi baik. Itulah harapan kita yang besar kepada Allah, sehingga kita akan terus berusaha memperbaiki diri kita sesuai yang dicontohkan oleh orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah.

Sebaliknya ketika Allah izinkan kita untuk beramal soleh atau kita dalam keadaan mendapat nikmat Allah, adalah mungkin (Jaiz) bagi Allah bahwa setelah ini kita tergelincir ke dalam dosa atau nasib kita menjadi buruk. Disinilah kita takut dan berlindung kepada Allah dari keburukan itu.

Dengan penghayatan ini kitapun tidak mudah merendahkan orang yang dipandang ahli maksiat, sebab Allah dapat mengubahnya dan mungkin diakhir hayatnya dia menjadi orang yang soleh, sebaliknya kita yang merasa sudah melakukan amal soleh, jangan merasa aman, sebab kita belum tahu bagaimana kita di akhir hayat kita. Oleh sebab itu kita selalu berikhtiyar dan memohon untuk mendapatkan husnul khatimah dan berlindung kepada Allah dari su’ul khatimah untuk diri kita dan saudara-saudara kita.

(bersambung)

Wallahu a’lam

Bagian 1 : Mari menyelami Sifat Wajib Allah yang 20 (bagian 1: Sifat Nafsiyah dan Sifat Salbiyah)

Bagiab 3: Mari menyelami Sifat Wajib Allah yang 20 (bagian 3: Sifat Ma’ani Ilmun dan Kalam)

Bagiab 4: Mari menyelami Sifat Wajib Allah yang 20 (bagian 4: Sifat Ma’ani Sama’ dan Bashar)

Artikel lain ada dalam Daftar Isi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s