Mengapa perkumpulan ASWAJA mesti mendeklarasikan Aqidah Asy´ariyah/Maturidiyah, bermazhab dan bertasawuf

Dalam perjalanan kehidupan perjuangan umat Islam Ahlussunnah Wal Jama´ah (ASWAJA) telah mengalami naik dan turun. Banyak pengalaman pahit yang menjadi pelajaran agar pengalaman pahit itu tidak terulang lagi, tetapi ada juga pengalaman pahit yang dilupakan sehingga kejadian yang tidak diinginkan itu terus berulang.
Salah satu pengalaman pahit yang dilupakan itu adalah keterbukaan kelompok Ahlussunnah Wal Jama´ah terhadap golongan lain tetapi tidak begitu menegaskan 3 landasan Ahlussunnah Wal Jama´ah yang sering disebut juga 3 rukun agama (Iman, Islam, Ihsan) yaitu:

1. Beraqidah Ahlussunnah Wal Jama´ah Asy´ariyyah/Maturidiyyah (Iman)
2. Berfiqih dengan mengikuti satu dari 4 Mazhab (Islam)
3. Bertawasuf dengan berguru atau bertariqat  dengan mempunyai Murobbi (Ihsan)

Penegasan landasan Ahlussunnah Wal Jama´ah ini dipandang tidak penting atau sebab umat Islam ASWAJA sungkan/malu sebab khawatir menyinggung perasaan umat Islam yang lain. Namun dari pengalaman kehidupan organisasi umat ASWAJA, hal itu justru berbalik menjadi suatu hal merugikan mereka sendiri dan kita umat Islam ASWAJA pada umumnya. Mengapa?

Karena umat Islam lain terutama dari pengikut Tauhid 3 serangkai (Wahabi) tidak merasa sungkan/malu dalam menyebarkan fahaman mereka yang berlawanan dengan keyakinan Ahlussunnah Wal Jama´ah. Mereka tidak segan menyinggung perasaan umat Islam Ahlussunnah Wal Jama´ah. Ketawadhukan umat Islam Ahlussunnah Wal Jama´ah dengan tidak mendeklarasikan landasannya menjadi kesempatan bagi pengikut Tauhid 3 Serangkai (Wahabi) untuk memasukkan orang-orangnya dan fahamannya sedikit demi sedikit ke perkumpulan itu sehingga akhirnya menguasai dan mengubah landasan perkumpulan itu dengan ajaran mereka yang bertentangan dengan Ahlussunnah Wal Jama´ah yaitu:

1. beraqidah Tauhid 3 Serangkai (Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah dan Tauhid Asma Wa Sifat)
2. berfikih tanpa ikut satu Mazhab dari 4 Mazhab, tetapi mengatakan mengikuti dalil yang paling sahih dari Quran dan Sunnah menurut (mazhab) ulama mereka
3. Menolak tasawuf dan menolak Tariqat. Dianggap Tasawuf dan Tariqat adalah bid´ah yang sesat.

Apa bukti mereka telah pernah mempengaruhi landasan perkumpulan Ahlussunnah Wal Jama´ah dengan fahaman mereka?

Bagi kita di Indonesia tentu kita pernah mendengar organisasi Muhammadiyah yang didirikan oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan (https://id.wikipedia.org/wiki/Muhammadiyah). Beliau mendirikan organisasi Muhammadiyah pada 18 November 1912. Gerakan Muhammadiyah berciri semangat membangun tata sosial dan pendidikan masyarakat yang lebih maju dan terdidik. Menampilkan ajaran Islam bukan sekadar agama yang bersifat pribadi dan statis, tetapi dinamis dan berkedudukan sebagai sistem kehidupan manusia dalam segala aspeknya.

KH Ahmad Dahlan beraqidah ASWAJA Asy´ariyyah Maturidiyah, berfiqih dengan mengikuti Mazhab Syafei, serta bertasawuf, sama dengan umat Islam ASWAJA lainnya. Beliau berijtihad untuk memperjuangkan Islam melalui pendidikan baik agama maupun yang umum serta memberikan perkhidmatan kepada masyarakat secara luas.
Pergerakan beliau adalah pembaharuan yang luar biasa yang membuka mata umat Islam di waktu itu sehingga cepat berkembang di seluruh Nusantara.

KH Ahmad Dahlan wafat tahun 1923, tak lama setelah itu kota Mekkah dan Madinah mulai dikuasai orang yang berfahaman Tauhid 3 serangkai (Wahabi). Mereka mulai melarang dan membid’ahkan amalan Ahlussunnah Wal Jamaah seperti Maulid, mengeraskan suara ketika berdzkir, ziarah kubur dan lain-lain. Mereka menghancurkan dan meratakan makam para Shahabat, makam Rasulullah shallallahu alahi wa alihi wassalam dan keluarganya.
Pada waktu itu faham Tauhid 3 Serangkai (Wahabi) sudah mulai masuk ke Indonesia, mereka banyak bergabung di Muhammadiyah, sebab dalam dasar organisasi tidak disebutkan 3 landasan ASWAJA tentang Aqidah, Fiqih dan Tasawuf. Muhammadiyah yang tadinya merupakan pergerakan Islam untuk membangun melalui pendidikan dan perkhidmatan kepada masyarakat luas ikut terpengaruh oleh fahaman ini (lihat  REINTERPRETASI DOKTRIN TAUHID DALAM MUHAMMADIYAH yang menunjukkan masih mencari-cari interpretasi doktrin tauhid), sehingga menjadi seperti pergerakan mengubah landasan ASWAJA kepada fahaman Tauhid 3 Serangkai. Maka timbul issue membid´ahkan amalan ASWAJA seperti ziarah kubur, tahlil, maulid, qunut ketika sholat Shubuh, terawih 20 raka´at  dan sebagainya.

Ulama ASWAJA mulai melihat bahaya meluasnya fahaman Wahabi (Tauhid 3 Serangkai) ini karena telah mempengaruhi umat Islam ASWAJA, maka akhirnya Kyai Haji Hasyim Asy´ari perlu menghimpun ulama ASWAJA untuk mendirikan Nahdhlatul Ulama pada tanggal 31 Januari 1926 untuk mengingatkan penguasa di Hejaz yang berfahaman Tauhid 3 serangkai agar tetap menerima amalan Ahlussunnah Wal Jama’ah di Hejaz dan untuk menangkal masuknya fahaman ini ke Indonesia.

Untuk kita dapat berkaca, mari kita lihat perjuangan Islam ASWAJA di negara Turki. Di sana berkat perjuangan kerajaan Usmaniyah selama hampir 700 tahun, landasan ASWAJA telah lebih mengakar, dan bahaya ajaran yang menyesatkan seperti Syiah dan Wahabi (fahaman Tauhid 3 Serangkai) sudah diketahui oleh umat Islam ASWAJA di Turki.
Oleh sebab itu penyesatan umat Islam melalui Syiah dan Wahabi sangat dapat ditekan, sehingga hampir tidak ada fahaman itu di negara Turki hingga sekarang.
Di Turki semua gerakan Islam, baik yang melalui partai politik, yang melalui pendidikan, yang bertariqat dan sebagainya semua mempunyai landasan yang sama yaitu beraqidah ASWAJA Asy´ariyyah/Maturidiyyah, berfikih dengan bermazhab dan bertasawuf. Sehingga tidak ada issue bid´ah yang berarti.

Marilah kita umat Islam ASWAJA belajar dari pengalaman, belajar dari saudara-saudara kita di Turki. Kalau kita membentuk kelompok untuk kita berjuang, jangan kita ragu dan takut untuk mendeklarasikan landasan perjuangan kita yaitu beraqidah ASWAJA Asy´ariyyah/Maturidiyyah, berfikih dengan bermazhab dan bertasawuf.

Pengalaman telah mengajarkan kepada kita, bahwa suatu perkumpulan Islam ASWAJA yang tidak memasukkan 3 landasan ASWAJA dalam anggaran dasarnya, dan kemudian tidak memegang teguh 3 landasan ini, cepat atau lambat akan kemasukan fahaman yang bertentangan dengan ASWAJA.

Wallahu a´lam

Artikel lain ada dalam Daftar Isi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s