Mengapa Tauhid Uluhiyah dan Tauhid Rububiyah tidak dapat dipisahkan

Rukun Islam yang pertama adalah membaca dua kalimat Syahadat yang berbunyi

“Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”

yang diterjemahkan dengan

” aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”

Perkataan ilah diterjemahkan sebagai tuhan, tetapi maksud yang lebih mendekati adalah tuhan yang disembah. Kata “tuhan” ditulis dengan huruf kecil karena tuhan yang dimaksud disitu adalah tuhan selain Allah. Persaksian kita dalam kalimat syahadat itu adalah menegaskan bahwa tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Allah, atau hanya Allah yang layak dijadikan Ilah, Tuhan yang disembah.

Kata Robb juga sering diterjemahkan dengan Tuhan. Tetapi Tuhan terjemahan dari kata Robb berbeda dengan Tuhan dari kata Ilah. Tuhan terjemahan dari Robb adalah Tuhan Yang Maha Memelihara/Mendidik. Walaupun makna Robb dan Ilah berbeda maknanya, tetapi kedua makna itu saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.
Untuk kata Ilah diterjemah dengan Tuhan yang disembah menunjukkan kata kerja pasif, Tuhan sebagai objek. Yang aktif adalah kita hambaNya sebagai subjek yang menyembah. Kata Ilah juga dapat diterjemah dengan Tuhan Yang kita beribadah kepadaNya. Untuk kata Robb diterjemah Tuhan yang Maha Memelihara/Mendidik menunjukan kata kerja aktif, Tuhan sebagai subjek, dan kita hambaNya sebagai objek.

Sifat Dzat Allah sebagai Robb, Tuhan Yang Maha Memelihara disebut Sifat Rububiyah. Sifat Dzat Allah sebagai Ilah, Tuhan Yang kita beribadah kepadaNya disebut Sifat Uluhiyah.
Apa saja Sifat Rububiyah Allah dan apa saja Sifat Uluhiyah?
Sesungguhnya Sifat Rububiyah Allah adalah seluruh Sifat Allah, demikian juga Sifat Uluhiyah Allah adalah seluruh Sifat Allah. Jadi Sifat Dzat Allah sebagai Robb hakikatnya sama dengan Sifat Dzat Allah sebagai Ilah.

Untuk memudahkan kita faham, mari kita lihat Sifat Allah Arrahman Arrahim, Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Mari kita tanya apakah Allah sebagai Robb Yang Maha Memelihara adalah Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang? Tentu fitrah kita membenarkan, bahwa memang patut Allah, Robb Yang Memelihara kita bersifat Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Mari kita tanya pula apakah Allah sebagai Ilah Yang kita beribadah kepadaNya adalah Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang? Tentu fitrah kita membenarkan, bahwa memang patut Allah, Ilah Yang kita beribadah kepadaNya bersifat Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Sifat Maha Pengasih dan Penyayang adalah termasuk Sifat Rububiyah dan Sifat Uluhiyah.

Kita lihat Sifat Maha Adil, Sifat Maha Berkehendak dan Sifat Maha Berkuasa.
Mari kita tanya apakah Allah sebagai Robb Yang Maha Memelihara adalah Allah Yang Maha Adil, Maha Berkehendak dan Maha Berkuasa? Tentu fitrah kita membenarkan, bahwa memang hanya Allah Yang Maha Adil, Maha Berkehendak dan Maha Berkuasa yang layak dan mampu menjadi Robb Yang Memelihara kita.
Mari kita tanya pula apakah Allah sebagai Ilah Yang kita beribadah kepadaNya adalah Allah Yang Maha Adil, Maha Berkehendak dan Maha Berkuasa? Tentu fitrah kita membenarkan pula bahwa memang hanya Allah Yang bersifat Maha Adil, Maha Berkehendak dan Maha Berkuasa yang layak menjadi Ilah Yang kita beribadah kepadaNya .
Maka Sifat Yang Maha Adil, Maha Berkehendak dan Maha Berkuasa adalah termasuk Sifat Rububiyah dan Sifat Uluhiyah.
Kalau kita sebut semua Sifat-Sifat Allah dan kita tanya apakah Allah sebagai Robb dan Ilah mempunyai Sifat-Sifat Allah itu, tentu kita akan membenarkan. Demikianlah bukti bahwa memang seluruh Sifat-Sifat Allah adalah termasuk Sifat Rububiyah dan Sifat Uluhiyah.
Bahkan kalau kita tanya apakah Allah sebagai Robb Yang Maha Memelihara adalah layak dijadikan Ilah Yang kita beribadah kepadaNya? Tentu fitrah kita membenarkan. Memang hanya Allah Yang Maha Memelihara kita yang layak kita jadikan Ilah, Tuhan Yang kita beribadah kepadaNya.
Demikian sebaliknya kalau kita tanya apakah Allah sebagai Ilah Yang kita beribadah kepadaNya adalah Allah Yang Maha Memelihara kita? Tentu fitrah kita juga membenarkan. Memang Ilah Yang kita beribadah kepadaNya hanyalah Robb Yang Maha Memelihara.

Memang dalam Ahlussunnah Wal Jama´ah tidak ada perbedaan dalam Sifat Rububiyah dan Sifat Uluhiyah, sebab memang śeluruh Sifat Allah adalah Sifat Rububiyah yang menunjukan kelayakan Allah sebagai Robb Yang Maha Memelihara dan sekaligus Sifat Uluhiyah yang melayakkan Allah sebagai Ilah Yang kita beribadah kepadaNya.
Maka seseorang yang mengakui Tauhid Rububiyah atau yang mengEsakan Allah sebagai Robb Pemilik seluruh Sifat Rububiyah adalah sudah pasti juga mengakui Tauhid Uluhiyah atau mengEsakan Allah sebagai Ilah, Pemilik seluruh Sifat Uluhiyah.
Dan Sifat Utama Rububiyah dan Uluhiyah Allah adalah Maha Pemberi rahmat (kasih sayang) .

Wallahu a´lam

Artikel lain ada dalam Daftar Isi

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s