Mengapa pernyataan orang kafir mengakui Tauhid Rububiyah adalah mustahil

Bild_orang-kafir-x-mengakui-tauhid-rububiyah

Dalam ajaran Tauhid 3 serangkai disebutkan bahwa orang kafir mengakui Tauhid Rububiyah (lihat muslim.or.id/6615-makna-tauhid). Kalimat ini jelas bathil dan mustahil sebab saling bertentangan antara pernyataan pertama yaitu orang kafir dan pernyataan yang kedua yaitu mengakui Tauhid Rububiyah. Mari kita bahas bersama.

Pernyataan yang pertama: orang kafir.
Orang kafir adalah orang yang menolak Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam sebagai Rasulullah (utusan Allah) bagi dirinya. Penolakan ini berarti dia menolak rahmat Allah tercurah pada dirinya, sebab Rasulullah adalah rahmat Allah untuk sekalian alam (makhlukNya) sebagaimana firman Allah dalam QS Al Anbiya:107

21:107

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

Itu sebabnya orang kafir berputus asa dari rahmat Allah sebagaimana firman Allah dalam QS Yusuf 87

Surat Yusuf Ayat 87

Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”
Juga dalam QS Al Ankabut 23

Surat Al 'Ankabut Ayat 23

Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih.

Maka orang kafir adalah
1. orang yang menolak Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam sebagai Rasulullah (utusan Allah) bagi dirinya dan
2. orang yang berputus asa dari rahmat Allah tercurah pada dirinya.

Pernyataan yang kedua: mengakui Tauhid Rububiyah.
Seseorang yang mengakui Tauhid Rububiyah adalah mengEsakan Allah atau mengakui Allah sebagai satu-satunya Pemilik Sifat Rububiyah (Robb) Yang Maha Memelihara/Mengurus/Mendidik bagi dirinya. Telah dijelaskan bahwa Sifat Rahmat (Kasih Sayang) adalah Sifat Utama Rububiyah Allah. Akar kata Robb atau Rububiyah adalah sama dengan akar kata Tarbiyah (Pendidikan), Murobbi (Pendidik akhlak) dan Robbayani (mendidik dengan kasih sayang), yang menunjukan eratnya pendidikan dengan rahmat (kasih sayang).

Bildergebnis für Doa untuk orang tua

Ya Tuhanku, ampunilah aku dan ibu bapakku, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku pada waktu aku kecil.


Allah berfirman dalam QS Al Isra: 24

17:24

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.

 

Firman Allah dalam QS Al Ahzab:21

Surat Al Ahzab Ayat 21
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

 

Perwujudan rahmat (kasih sayang) Allah adalah diutusnya Nabi dan Rasul, dimana Nabi Muhammad adalah Rasulullah yang terakhir yang diutus untuk seluruh makhlukNya. Rasulullah adalah uswatun hasanah (suri tauladan) bagi orang yang mengharap rahmat Allah.
Jadi orang yang mengakui Tauhid Rububiyah adalah orang yang mengakui Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam sebagai utusan Allah sebagai perwujudan Rububiyah atau didikan dan kasih sayang Allah bagi dirinya, atau dengan kata lain orang yang mengakui Tauhid Rububiyah adalah
1. orang yang mengakui Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam sebagai Rasulullah (utusan Allah) dan uswatun hasanah kepada dirinya
2. mengharapkan pemeliharaan dan rahmat Allah
.

Jadi kalau dua pernyataan itu disatukan menjadi kalimat “orang kafir mengakui Tauhid Rububiyah” adalah saling bertentangan, perhatikan uraian diatas:

Orang yang menolak Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam sebagai Rasulullah dan menolak rahmat Allah bagi dirinya >< mengakui Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam sebagai utusan Allah sebagai perwujudan Rububiyah atau didikan dan rahmat (kasih sayang) Allah bagi dirinya. atau jika diuraikan

Orang yang menolak Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam sebagai Rasulullah bagi dirinya >< mengakui Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam sebagai utusan Allah.

Orang yang berputus asa dari rahmat Allah bagi dirinya >< mengharapkan rahmat Allah bagi dirinya.

Jelaslah bahwa kalimat “orang kafir mengakui Tauhid Rububiyah” adalah bathil dan mustahil sebab pernyataan pertama sangat bertentangan dengan pernyataan yang kedua. Siapa yang membenarkan pernyataan ini  adalah orang yang tidak waras atau telah mengelirukan fitrahnya. Maka tidak heran kalau pandangan, pernyataan dan sikap orang yang berpijak pada pernyataan Tauhid 3 serangkai ini adalah keliru juga.

Kita berlindung kepada Allah dari Aqidah yang mengelirukan ini.

Wallahu a´lam

Artikel lain ada dalam Daftar Isi
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s