Kekeliruan Tauhid 3 serangkai membawa kepada kerancuan

Sudah kami jelaskan bahwa kekeliruan Tauhid 3 serangkai mengakibatkan anomali dalam pandangan dan sikap. Kekeliruan ini juga mengakibatkan kerancuan dalam berfikir. Dalam Tauhid Asma wa Sifat mereka menjelaskan tentang Sifat Rububiyah sebagai berikut

****awal kutipan****

Sifat rububiyah Allah Ta’ala ada dua macam:

1- Rububiyah umum yang mencakup semua makhluk, baik yang taat maupun yang selalu berbuat maksiat, yang beriman maupun kafir, yang berbahagia maupun celaka, yang mendapat petunjuk maupun yang sesat. Rububiyah ini berarti menciptakan, memberi rezki, mengatur, melimpahkan berbagai macam nikmat, memberi dan menghalangi, meninggikan dan merendahkan, menghidupkan dan mematikan, mamberi kekuasaan dan menghilangkannya, melapangkan dan menyempitkan, melapangkan semua penderitaan, menolong orang yang kesusahan dan memenuhi permohonan orang yang ditimpa kesulitan. Ini semua berlaku umum untuk selauruh makhluk-Nya, Allah Ta’ala berfirman,

{يَسْأَلُهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ}

“Semua yang ada di langit di bumi selalu meminta kepada-Nya, setiap hari Dia (memenuhi) semua kebutuhan (makhluk-Nya)” (QS ar-Rahmaan:29).

2- Rububiyah yang khusus bagi para kekasih dan orang-orang yang dicintai-Nya, yaitu dengan dia menjaga dan memberi taufik kepada mereka untuk beriman dan melaksanakan ketaatan kepada-Nya, serta melimpahkan kepada mereka ilmu ma’rifatullah (mengenal Allah dengan nama-nama dan sifat-sifat-Nya) dan (taufik) untuk selalu kembali/bertobat kepada-Nya, mengeluarkan mereka dari berbagai macam kegelapan (kesesatan) menuju cahaya (petunjuk-Nya), dan memudahkan mereka untuk melakukan semua kebaikan serta menjaga mereka dari semua keburukan.

Syaikh Abdurrahman as-Sa’di berkata, “(Rububiyah) yang lebih khusus dari itu adalah penjagaan-Nya terhadap hamba-hamba-Nya yang shaleh dengan memperbaiki hati, jiwa dan akhlak mereka.

Inilah sebabnya mengapa mayoritas doa yang diucapkan hamba-hamba Allah Ta’ala yang shaleh, yang disebutkan dalam al-Qur’an selalu diawali dengan nama Allah ar-Rabb (misalnya: Wahai Rabb kami, atau wahai Rabb-ku), karena mereka sangat mengharapkan makna yang khusus dari sifat rububiyah ini, sehingga isi doa mereka pun tidak lepas dari makna yang dijelaskan di atas.

****akhir kutipan****


Keterangan ini menjelaskan bahwa dalam Tauhid Rububiyah dalam ajaran Tauhid 3 serangkai ada Sifat Rububiyah yang dita´thil (dibuang) yaitu Sifat Rububiyah khusus, yang hanya ada pada orang-orang yang dicintaiNya.  Ini satu bukti nyata bahwa pembahasan Sifat Rububiyah dalam Tauhid Rububiyah melanggar Tauhid al Asma was Sifat.
Dengan menta´thil (membuang) Sifat Rububiyah khusus maka keluarlah pernyataan: “Dan perhatikanlah baik-baik, tauhid rububiyah ini diyakini semua orang baik mukmin, maupun kafir, sejak dahulu hingga sekarang.” (lihat menit ke 7 video ini dan keterangan Tauhid 3 serangkai di alinea ke-6).

Keterangan ini juga menjelaskan bahwa Tauhid 3 serangkai mempunyai kaidah/aturan bahwa:

  • cukup dengan mengakui sebagian Sifat Rububiyah yaitu Sifat Rububiyah umum, orang kafir sudah boleh disamakan dengan orang beriman mengakui Tauhid Rububiyah, tanpa orang kafir itu mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai Rasulullah.
    (walaupun dalam  Al Qur´an disebut orang kafir juga mengakui robb-robb lain selain Allah seperti yang termaktub dalam QS At-Taubah 31)

Kaidah seperti ini menunjukkan kerancuan dalam berfikir. Kalau kaidah ini dipakai untuk 2 bagian Tauhid yang lain, maka orang kafir sama juga dengan orang beriman mengakui sebagian Tauhid Asma Wa Sifat dan Tauhid Uluhiyah, sebab orang kafir mengakui sebagian Asma dan Sifat Allah dan sebagian Sifat Uluhiyah. Bukti bahwa orang kafir mengakui sebagian Asma dan Sifat Allah sudah disebutkan dalam Tauhid Rububiyah. Apa bukti orang kafir mengakui sebagian Sifat Uluhiyah?

Tauhid 3 serangkai mengatakan  seseorang yang meminta kepada orang soleh atau wali yang sudah wafat termasuk Rasulullah SAW (doa dengan bertawasul) dituduh telah syirik sebab melanggar Tauhid Uluhiyah. Mereka menganggap meminta itu sama dengan beribadah dan ini hanya boleh dilakukan kepada Allah Yang Mempunyai Sifat Uluhiyah.

Dalam QS Ar-Rahman 29 di atas dikatakan bahwa semua yang di langit dan bumi termasuk orang kafir meminta kepada Allah. Jadi Al Qur´an menyebut bahwa semua yang ada di langit dan bumi termasuk orang kafir mengakui Sifat Uluhiyah Allah.
Dengan kaidah sebagaimana dalam Tauhid Rububiyah dalam Tauhid 3 serangkai yang disebut di atas, maka seharusnya pula

  • cukup mengakui sebagian Sifat Uluhiyah Allah, yakni orang kafir meminta kepada Allah, maka orang kafir juga sudah boleh disebut mengakui Tauhid Uluhiyah, tanpa mengakui Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam sebagai Rasulullah.

Disini terlihat jelas bahwa memang Tauhid Rububiyah tidak dapat dipisahkan dari Tauhid Uluhiyah sebagaimana tidak dapat dipisahkannya Sifat Rububiyah dan Uluhiyah. Siapa yang mengakui sebagian Sifat Tauhid Rububiyah maka dia mengakui sebagian Sifat Uluhiyah. Siapa yang mengakui Allah sebagai Robb dengan seluruh Sifat RububiyahNya maka dia juga mengakui Allah sebagai Ilah dengan seluruh Sifat UluhiyahNya. Untuk kita dapat memahami Allah sebagai Robb dan Ilah kita perlu mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW sebagai Rasulullah sebagai tauladan kita.

Kerancuan kaidah yang mendasar juga dapat dilihat dengan jelas pada penjelasan Tauhid Asma wa Sifat dan Tauhid Rububiyah, dimana dalam Tauhid Asma wa Sifat dilarang untuk mentakwil (memalingkan makna) dan menta’thil (menolak) Asma dan Sifa Allah, seperti istawa alal arasy mesti difahami dengan bersemayam di atas Arasy tanpa takwil dan tanpa ta’thil. tetapi dalam Tauhid Rububiyah, banyak Asma dan Sifat Allah yang ditakwil (dipalingkan maknanya) dan di ta’thil (ditolak). Contoh

  • QS Az-Zukhruf: 87

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ

Sungguh jika kamu bertanya kepada mereka (orang-orang kafir jahiliyah), ’Siapa yang telah menciptakan mereka?’, niscaya mereka akan menjawab ‘Allah’ ”. (QS. Az Zukhruf: 87)

Di situ jelas ditulis ketika orang kafir ditanya siapakah “Siapa yang menciptakan mereka?”. Orang kafir menjawab: Allah. Sifat yang ditetapkan di situ adalah. Orang kafir mengakui bahwa Allah Menciptakan mereka. Ditakwil (dipalingkan maknanya) menjadi orang kafir mengakui Tauhid Rububiyah.

(lihat Bagaimana menjelaskan konflik antara kaidah Tauhid Rububiyah dan kaidah Tauhid Asma wa Sifat dalam ajaran Tauhid dibagi 3 dengan kaidahnya sendiri)

Begitulah rancu dan kacaunya ajaran Tauhid 3 serangkai yang membagi Tauhid menjadi 3. Kekeliruan asas ini akan terus membawa kepada kekeliruan dan kerancuan berikutnya. Akibat rancu kaidah ajaran ini telah membicarakan Ayat Mutasyabihat dengan makna zahir yang menyebabkan seorang Ustad bergelar doktor menjadi lupa atau tidak tahu lagi hal pokok agama, bahwa yang selain Allah adalah makhluk, termasuk juga Arasy adalah makhluk Allah. Ketika ditanya apakah Arasy itu makhluk, beliau jawab tidak tahu, alasan beliau adalah

  1. Arasy ini adalah tempat Allah subhanahu wa ta’ala bersemayam
  2. Ada sabda Nabi shallallahu alaihi wassalam yang berbunyi berbicaralah di Nama-Nama dan Sifat Allah dan jangan berbicara di DzatNya Allah, karena DzatNya Allah kita tidak akan mampu membicarakan masalah-masalah sampai di sana. Jadi beliau mengira jika berbicara apakah Arasy itu makhluk atau bukan adalah sama dengan berbicara di Dzat Allah.
    Maha Suci Allah dari apa yang telah disifatkan itu (lihat video ini dan Mengapa seorang Ustad bergelar Doktor penganut Aqidah 3 serangkai menjadi tidak tahu bahwa Arsy adalah makhluk Allah? )
    Begitulah pentingnya aqidah dan iktiqad, karena semua tindakan kita baik bathiniah (cara berfikir dan memandang) maupun lahir (bertindak dan bersikap) adalah didorong oleh aqidah dan iktiqad kita. Semoga Allah menjauhkan diri kita dari Aqidah yang sesat dan mengelirukan.

Wallahu a´lam

Artikel lain ada dalam Daftar Isi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s