Isyarat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam membenarkan Aqidah ASWAJA Asy´ariyyah/Maturidiyah, berfiqih dengan bermazhab dan bertasauf

Umat Islam dan Ulama ASWAJA berpegang pada 3 ilmu dasar Islam yaitu
– Beraqidah ASWAJA Asy´ariyyah/Maturidiyah (Iman).
Berfiqih dengan mengikuti salah satu dari 4 Mazhab (Hanafi, Maliki, Syafei, Hambali)  (Islam) dan
– Bertasauf dengan bimbingan seorang Murobbi (Ihsan).
Inilah jalan yang ditempuh oleh Umat Islam ASWAJA dari zaman Salafus Soleh hingga sekarang yang diajarkan secara sambung menyambung melalui Ulama-Ulama pewaris Nabi.
Musuh Islam terus berusaha mempengaruhi ajaran ASWAJA yang kokoh ini dengan berbagai cara, sehingga ada di antara sedikit Umat Islam yang terpengaruh dengan ajaran menyesatkan.

Mereka yang mencoba menyesatkan umat Islam ASWAJA sudah berusaha dengan berbagai cara, bahkan dengan cara yang dipakai oleh para pemuka agama Yahudi dan Nasrani dahulu yaitu dengan memalsukan kitab pegangan umat. Jika pemuka kaum Yahudi dan Nasrani dapat memalsukan Kitab Suci Taurat dan Injil, karena Allah tidak menjamin keaslian Kitab Suci ini, maka mereka mengelirukan umat Islam dengan memalsukan Kitab-Kitab Ulama Mu´tabar ASWAJA ( link di pemudade.wordpress / pdf download ) atau dengan  catatan kaki  baik dalam mushaf Al Qur´an maupun Kitab Ulama Mu´tabar ASWAJA untuk menyokong ajaran mereka yang menyimpang dan rapuh itu.

Namun Allah dan RasulNya shallallahu ‘alaihi wassallam telah memberi isyarat kepada kita semua akan kebenaran ASWAJA dengan suatu bukti nyata yang tidak dapat dipungkiri oleh siapapun, kecuali oleh mereka yang menutup dirinya dari kebenaran.
Isyarat yang telah diberikan oleh Allah dan Rasulullah SAW adalah sebuah hadits yang terkenal

Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَتُفْتَحَنَّ الْقُسْطَنْطِينِيَّةُ فَلَنِعْمَ الْاَمِيرُ اَمِيرُهَا وَلَنِعْمَ الْجَيْشُ ذَلِكَ الْجَيْشُ

“Sungguh akan terjadi Futuh Kota Konstantinopel di tangan Islam. Pemimpin yang berhasil melaksanakan Futuh itu adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.”[Hadits Konstantinopel]

Hadits ini juga disebutkan oleh al-Hakim dalam Mustadraknya no. 8300 dan beliau menilai sahih sanad hadits tersebut, diikuti juga oleh adz-Dzahabi dalam Talkhis al-Mustadraknya. Ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabirnya : 1216. Al-Bukhari dalam at-Tarikh al-Kabirnya : 1760. Al-Haitsami juga menyebutkan dalam Majma’ az-Zawaidnya : 10384 dan mengatakan para perowinya tsiqah (terpercaya). Ibnu Abdil Barr juga menyebutkan dalam al-isti’abnya dan menilainya sanadnya hasan. As-Suyuthi juga menyebutkan hadits ini dalam al-Jami’ ash-Shagirnya : 7227 dan menilai hadits ini sahih.

Sudah diketahui bersama bahwa hadits ini sudah terbukti kebenarannya bahwa Konstantinopel sudah dibuka (futuh) oleh Umat Islam di bawah pimpinan Sultan Muhammad II yang digelari Al Fatih, yaitu Sultan ke-7 dari Kerajaan Usmaniyah pada tanggal 29 Mei 1453. Kota Konstatinopel kemudian diubah namanya menjadi Islambol (Islampol = kota Islam), yang sekarang dikenal dengan Istanbul. Sultan Muhammad Al Fatih dan tentaranya itulah yang disebut dan dipuji Rasulullah SAW 800 tahun sebelumnya. Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam telah memuji seseorang atau suatu kelompok, tentulah benar Aqidahnya, kemas syariatnya dan elok pula akhlaknya.

Aqidah Kerajaan Usmaniyyah adalah Ahlusunnah Wal Jama´ah Asy´ariyyah/Maturidiyyah. Umat Islam dalam menjalankan syariat di semua wilayah pemerintahannya mengikut salah satu dari Imam Mazhab. Dalam kerajaan diangkat Mufti dari setiap Mazhab untuk tempat bertanya bagi Umat Islam sesuai dengan Mazhabnya. Umat Islam hidup bertoleransi dalam berfiqih. Tidak pernah ada perpecahan sebab perbedaan Mazhab. Pengajian tasauf dan tariqat sangat banyak, bahkan para Sultan dan pembesar kerajaan pada umumnya bertariqat dengan bimbingan seorang Mursyid sebagai Murobbi.

Hampir 700 tahun Kerajaan Usmaniyah berdiri, wilayahnya berdiri di 3 benua di pusat peradaban manusia ketika itu. Mereka disegani kawan maupun lawan. Pengaruh mereka cukup besar terhadap perkembangan Islam dan kerajaan Islam di Indonesia.

Memalsukan Kitab-Kitab Ulama Mu´tabar ASWAJA dan menambah catatan kaki dalam mushaf Al Qur´an adalah jalan yang sangat efektif untuk menyesatkan dan mengelirukan umat, seperti dahulu pemuka Yahudi dan Nasrani yang ingin menipu umatnya memalsukan Kitab Taurat dan Injil. Dengan memalsukan kitab Ulama ASWAJA yang mu´tabar, pemuka Tauhid 3 serangkai menjadikan hujjah utk menguatkan ajarannya yang rapuh. Selain dapat mengelirukan umat Islam dari ajaran ASWAJA yang sebenarnya sekaligus mengatakan bahwa Ulama ASWAJA yang Mu´tabar itu dari zaman dahulu telah beraqidah seperti mereka. Bahkan kisah hidup Imam Abul Hasan Al Asy´ari Ulama ASWAJA yang menyusun Aqidah ASWAJA dipalsukan, dengan mengatakan dalam riwayat hidupnya beliau melalui 3 phase, yaitu phase Muktazilah, phase ASWAJA dan phase mengikuti Aqidah seperti mereka, sehingga banyak umat Islam yang terkelabui. Sesungguhnya beliau hanya melalui 2 phase yang awal saja.
Namun Hadits Rasulullah SAW dan bukti  sejarah futuhnya Konstantinopel oleh Sultan Muhammad Al Fateh  tidak mungkin dapat mereka palsukan dan tutupi. Bukti kebenaran sejarah terlalu banyak di antaranya 2 point penting dibawah ini.

  1.  Suatu perjuangan yang haq yang didasari atas Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam mengandung banyak pelajaran. Dalam sejarah diceritakan ada lebih kurang 29 Sultan atau pemimpin Islam yang telah mengirim pasukan untuk membuka Kontantinopel untuk membuktikan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam dari zaman Shahabat (Kerajaan Bani Umayah)  hingga Kerajaan Usmaniyah. Ini juga menunjukan kecintaan pemimpin Islam kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam dalam bentuk meyakini ucapan Rasulullah SAW, yang mereka buktikan dengan bersungguh-sungguh melaksanakan ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam. Mereka berlomba-lomba untuk menjadi pemimpin dan pasukan yang dipuji oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam. Bahkan Sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam yaitu Abu Ayyub Al Anshori yang berumur sudah lebih dari 80 tahun ikut serta berjuang di garis yang paling depan, hingga beliau Syahid di depan benteng.  Ternyata ucapan Rasulullah SAW terbukti lebih kurang 800 tahun kemudian. Kisah perjuangan pembukaan Konstantinopel ini diceritakan dengan terbuka dan dibanggakan oleh umat Islam agar menjadi contoh bagi kita.
  2. Ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam terbukti bukan saja dengan terbukanya Konstantinopel, tetapi juga pemimpin dan pasukan yang berhasil membukanya memang pemimpin dan tentara yang bertaqwa. Diantaranya seluruh tentaranya tidak pernah meninggalkan Sholat yang wajib setelah mereka baligh bahkan Sultan Muhammad Al Fatih tidak hanya tidak pernah meninggalkan sholat wajib, beliau juga tidak pernah meninggalkan sholat sunat rawatib dan sholat malam. Ini menunjukkan perjuangan mereka dilandasi oleh taqwa yang menjadi sebab datangnya bantuan Allah.
    Satu hal yang menunjukkan kecintaan dan rasa ta´zhim beliau kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam adalah mencari makam Shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam Sayidina Abu Ayyub Al Anshori yang syahid di depan benteng. Makam yang telah hilang lebih 700 tahun akhirnya ditemukan melalui mimpi dari guru Mursyid dari Sultan yaitu Ak Syamsudin. Begitu makam itu ditemukan, beliau perintahkan untuk memelihara makam, dengan membangun atap di atas makam, dan mesjid di sebelah makam yang dinamakan Mesjib Ayub Sultan untuk kemudahan peziarah dari jauh jika hendak sholat fardhu ataupun sunat. Sampai saat ini makam itu selalu diziarahi, bahkan Mesjid Ayub Sultan selalu dipenuhi jemaah di 5 sholat fardhu dari seperti sholat Jum´at. Mereka yang berziarah adalah penganut ASWAJA Asy´ariyah/Maturidiyah yang rindu dan cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam. Mereka mengobati rindu mereka dengan menziarahi Shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam, sebagai rasa cinta dan ta´zhim kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam. Orang yang mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam akan mencintai orang yang dicintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam. Itu keberkatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam yang mengalir kepada Shahabat r.a. tauladan kita dalam mencintai Rasululllah shallallahu ‘alaihi wassallam yang terus mengalir kepada orang yang mencintainya.
    Di zaman Kerajaan Usmaniyyah selain makam para Sahabat dan pejuang Islam, semua tempat peninggalan Rasulullah SAW dan sejarah Islam yang lain yang dikenal, dirawat dengan baik oleh Kerajaan agar mudah diziarahi untuk dijadikan iktibar bagi umat Islam yang datang kemudian, seperti rumah Rasulullah SAW dan Siti Khadijah di Mekkah,

Dengan bukti ini siapapun tidak dapat memungkiri bahwa Aqidah Sultan Muhammad Al Fatih, pemimpin yang dipuji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam adalah ASWAJA Asy´ariyah/Maturidiyah. Sejarah tidak dapat diubah seperti kitab, apalagi mengubah sikap dan perlakuan terhadap peninggalan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam dan sejarah Islam yang lain serta makam Shahabat radhiallahu anhum yang masih dapat dilihat hingga sekarang.

Artikel lain ada dalam Daftar Isi

Iklan

2 pemikiran pada “Isyarat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam membenarkan Aqidah ASWAJA Asy´ariyyah/Maturidiyah, berfiqih dengan bermazhab dan bertasauf

  1. Haryanto

    Muhammad Al-Fatih, sultan Turki Usmani pemimpin yang diramalkan Rosulullah SAW sebagai penakhluk Konstantinopel (1453) bahkan semenjak kecil dibesarkan ulama tasawuf dalam disiplin Tarekat Naqsyabandiyyah dibawah asuhan Syaikh Syamsuddin yang dikenal waliyullah dari Syam dan masih keturunan sahabat Abubakar Ash-Shidiq. Dalam sejarah, jaya- jayanya tasawuf terutama “tarekat” dengan disiplin syareat yang ketat disertai kebiasaan shalat sunat yang merata dari raja, bangsawan, tentara sampai lapisan bawah akar rumput menasional pada masa pemerintahannya. Kata Nabi Saw. “Konstantinopel akan jatuh ditangan seorang pemimpim yang sebaik- baik pemimpin, tentaranya sebaik-baik tentara dan rakyatnya sebaik-baik rakyat.” Sebetulnya ini menarik untuk dijadikan bahan kajian atau penelitian (terutama skripsi, tesis atau disertasi bagi para sarjana agama yang ingin jadi doktor — soalnya dari raja, ulama, bangsawan, tentara, rakyat pada masa itu tidak bisa dilepaskan dari disiplin tarekat tasawuf. Dikalangan tentara yang terkenal dengan Tarekat Bektasiyah, walaupun sang raja sendiri Naksyabandiyah — sementara rakyat juga merata dibanyak tarekat seperti Qodiriyah, Naksyabandiyah dll. Bagaimana dikatakan sesat kalau Nabi saw mengatakan, “Rajanya sebaik-baik pemimpin, tentara nya sebaik tentara rakyatnya sebaik-baik rakyat” adalah mereka bertarekat tasawuf???

    Disukai oleh 1 orang

  2. Terimakasih Tuan Haryanto telah mengunjungi tulisan kami dan memberi komentar.
    Itulah tugas kita penganut Islan Ahlussunnah wal jamaah Asy’ariyyah Maturidiyyah yg berfiqih mengikuti Imam Mazhab dan bertasawuf dgn bertariqat. Itulah yg sedang terjadi di Turki sekarang ini.
    Keuletan ulama ulama Tariqat sdh mulai berbuat sekarang.
    Kita tidak mungkin menunggu org lain memperjuangkan nya
    Melainkan kita sendiri yg mesti memperjuangkannya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s