Perbedaan pemahaman orang beriman dan orang kafir terhadap Allah sebagai Pencipta langit dan bumi

Salah satu hujjah ulama pengikut Tauhid 3 serangkai yang mengatakan bahwa orang kafir mengakui Tauhid Rububiyah adalah Qur´an Surat 43 Az Zukhruf ayat 9
Surat Az-Zukhruf Ayat 9

Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, niscaya mereka akan menjawab: “Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”.

Dengan mudah mereka langsung mengartikan “mencipta langit dan bumi” sama dengan Robb, sehingga mereka berkesimpulan orang kafir mengakui Allah sebagai Robb mereka atau orang kafir mengakui Tauhid Rububiyah (Lihat menit ke 7 video ini dan Tauhid Rububiyah dalam ajaran Tauhid 3 Serangkai melanggar Tauhid Asma wa Sifat ajarannya sendiri).

Kalau kita tidak teliti, maka kita akan membenarkan kesimpulan itu, sebab orang beriman juga mengakui Allah yang mencipta langit dan bumi.

Namun sebenarnya perbedaan antara orang beriman dan orang kafir dalam memahami Allah sebagai Pencipta langit dan bumi adalah sangat jauh seperti jauhnya langit dan bumi, mari sama-sama kita buktikan.
Perbedaan itu disebabkan pada keyakinan orang beriman terhadap Allah sebagai Robb yang Maha Mendidik/Memelihara dan bersifat Rahman dan Rohim (Maha Pengasih dan Penyayang) sebagai Sifat Utama Rububiyah Allah. Sifat ini sama sekali tidak dibahas dalam Tauhid Rububiyah ajaran Tauhid 3 serangkai dan tidak pula diakui oleh orang kafir.
Orang yang beriman selalu menggunakan akalnya dan bertanya apa hikmah dibalik segala Perbuatan Allah Robb Yang Maha Mendidik dan Memelihara dengan Maha Kasih SayangNya, termasuk penciptaan langit dan bumi,
Allah berfirman dalam Qur´an surat Ali Imran ayat 190-191:
Surat Ali Imran Ayat 190

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

Surat Ali Imran Ayat 191

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.


Di dalam ayat itu Allah menjelaskan bahwa orang beriman memandang penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu tanda-tanda keagungan Allah dan tanda Kasih Sayang Allah kepada hambaNya.
Langit dan bumi diciptakan untuk hambaNya agar kita dapat bersyukur kepada Allah atas nikmat dan karuniaNya yang amat berlimpah. Sehingga kita cinta kepadaNya dan kita takut menyia-nyiakan nikmat dan karuniaNya ini dengan tidak berbuat kerusakan dengannya, sebab Allah tiada ciptakan semua itu dengan sia-sia. Hal ini membuat kita orang beriman berdoa kepada Allah agar diampunkan dosa karena tidak atau kurang mensyukuri nikmat dan karuniaNya agar tidak disiksa dalam api neraka.

Adakah orang kafir memahami penciptaan langit dan bumi ini seperti orang beriman?
Anda tentu dapat menjawabnya sendiri atau mari kita lihat bagaimana Al Quran menjelaskan sikap orang kafir terhadap penciptaan langit dan bumi dalam Surat Al Anfal:32

8:32
Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata: “Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih”.

Kita lihat betapa jauhnya sikap orang kafir dan orang beriman terhadap pengakuan bahwa Allah adalah Pencipta langit dan bumi. Ini disebabkan orang beriman mengakui Allah sebagai Robb Yang Maha Mendidik dan Maha Kasih Sayang. Maka orang beriman sebagai hamba Allah yang bersedia dididik selalu mencari hikmah untuk apa Allah menciptakan langit dan bumi, dan kemudian berdoa minta diselamatkan dari adzab neraka.

Sedang orang kafir dan musyrik sama sekali tidak mengaku Allah sebagai Robb dengan Sifat RububiyahNya yang sangat berkaitan dengan Maha Mendidik dan Maha Kasih Sayang. Karena itu mereka tak pernah mau dididik dan tak peduli hikmah untuk apa Allah ciptakan langit dan bumi. Mereka justru meminta dari ciptaan Allah yang di langit dan di bumi itu menjadi adzab bagi mereka yaitu dihujani batu dari langit, bahkan juga menantang didatangkan adzab yang pedih. Na’udzubillahi min dzalik.

Masihkah kita membenarkan pernyataaan penganut Tauhid 3 serangkai bahwa “tauhid rububiyyah ini diyakini semua orang baik mukmin, maupun kafir, sejak dahulu hingga sekarang” ?

Ketahuilah sesungguhnya kalimat orang kafir mengakui Tauhid Rububiyah adalah pernyataan yang bathil dan mustahil, sebab makna “orang kafir” bertolak belakang dengan pernyataan “mengakui Tauhid Rububiyah”. Siapa yang mentauhidkan Allah sebagai Ilah (Tauhid Uluhiyah) sudah pasti mentauhidkan Allah sebagai Robb (Tauhid Rububiyah) sebab Tauhid Uluhiyah dan Tauhid Rububiyah adalah tidak dapat dipisahkan.

Wallahu a´lam

Artikel lain ada dalam Daftar Isi
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s