Perbedaan memahami Allah Yang Menghidupkan dan Mematikan dengan dan tanpa Sifat Rububiyah Yang Maha Mendidik dan Kasih Sayang

Telah dijelaskan arti Robb atau Rububiyah yang sangat erat dengan Pendidikan/Pengasuhan dan Kasih Sayang. Kita umat Islam seharusnya selalu memahami dan berusaha terus untuk mengenal Allah sebagai Robb yang Maha Pendidik/Pengasuh dan Maha Kasih Sayang

Untuk itu Rasulullah Shallallahu alaihi wa alihi wassalam adalah tauladan kita, sebagai manusia yang paling terdidik yang paling dikasihi dan disayangi oleh Allah Robb kita bersama, yang menjadikan beliau Shallallahu alaihi wa alihi wassalam  adalah manusia yang paling sayang pula kepada seluruh ciptaan Allah, sesuai dengan firman Allah

21:107

Dan tiadalah Kami mengutus mu (Rasulullah), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.[Al-Anbiyâ’/21:107].


Rasulullah Shallallahu alaihi wa alihi wassalam mengajarkan hubungan antara Allah sebagai Robb (Tuhan Yang Mendidik/Mengasuh) dengan marbubNya (hamba yang dididik/diasuh) adalah hubungan cinta kasih. Jauh sekali dari gambaran hubungan orang kafir dengan Allah seperti yang diajarkan oleh Tauhid Rububiyah ajaran Tauhid 3 bagian.

Mengapa pentingnya selalu mengaitkan sifat Rububiyah Allah dengan Pendidik dan Kasih Sayang dapat kita lihat dalam ayat berikut ini

Dalam Tauhid Rububiyah ajaran 3 Tauhid disebutkan bahwa salah satu bukti bahwa orang kafir dan orang beriman sama-sama mengakui Tauhid Rububiyah adalah mereka sama-sama mengakui Allah adalah Yang Maha Menghidupkan dan Mematikan (QS Yunus 31) .

10:31
Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?”

 

Bukankah dalam ayat di atas yang ditanyakan kepada kaum musyrik Quraisy adalah  “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?”. Dan kemudian dijawab “Allah”. Mengapa kemudian ditakwil menjadi orang kafir mengakui Tauhid Rububiyah, seolah-olah Sifat-Sifat Allah itu sudah mencakup seluruh Sifat Rububiyah Allah.

Lihat juga rumaysho.com/3637 atau snapshot dibawah ini dan  video ini menit kira-kira di menit ke 6:30


Rumaysho_org_musy_mengakui_Tau_Rub_box

Padahal menurut Tauhid Asma wa Sifat dalam ajaran Tauhid dibagi 3 dikatakan bahwa

Pahamilah Ayat Sifat Secara Zhohir, Tidak Perlu Mentakwil 

Ketika memahami sifat Allah pun mesti seperti itu. Hendaklah kita memahami secara zhohir, sesuai makna yang tertangkap dalam benak kita tanpa kita takwil (palingkan) ke makna lainnya tanpa adanya indikator atau dalil. Inilah yang diperintahkan dalam Al Qur’an ketika kita memahami ayat Al Qur’an.

(lihat  https://rumaysho.com/908-di-manakah-allah-1.html, lihat snapshot dibahwah ini)

Rumaysho_org_musy_Tau_Asma_Sifat_zahir_box
Kalau mereka konsisten dengan aturan Tauhid Asma Wa Sifat ini,  ketika membahas Sifat Rububiyah dalam Tauhid Rububiyah semestinya menyebut seluruh Sifat Rububiyah, tanpa takwi dan tanpa ta’thil juga. Di antara Sifat Rububiyah Allah adalah Menghidupkan manusia di akhirat dan mengutus Rasulullah shallallahu alaihi wassalam sebagai rahmat untuk alam. Kedua Sifat Rububiyah Allah ini tidak diakui oleh kaum kafir Quraisy. Maka dalam Tauhid Rububiyah Sifat Rububiyah Allah ini dita’thil atau dihilangkan. Ini jelas melanggar aturas Tauhid Asma wa Sifat. Jadi ada double standard dalam ajaran Tauhid dibagi 3 hanya untuk membenarkan pernyataan “orang kafir mengakui Tauhid Rububiyah”.
Kembali ke pembahasan Allah adalah Yang Maha Menghidupkan dan Mematikan (QS Yunus 31) di atas. Kalau kita hanya membaca ayat itu saja, tentu benar bahwa orang beriman dan orang kafir sama-sama mengakui Allah Yang Mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup (Menghidupkan dan Mematikan). Namun sebenarnya jauh berbeda kefahaman dan pengakuan orang beriman dengan orang kafir, jika kita mengaitkannya dengan Sifat Maha Mendidik dan Berkasih Sayang. Karena orang beriman yang mengetahui makna Rububiyah Yang Maha Memelihara dan Mendidik, selalu berfikir tentang apa hikmah Allah Mematikan dan Menghidupkan makhlukNya.
Ini dapat kita lihat dalam QS Al Mulk: 2
Surat Al-Mulk Ayat 2Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun

 

Disitu jelas Allah menyebutkan untuk apa Allah Berkehendak untuk Menghidupkan dan Mematikan. Yaitu adalah untuk menguji manusia, siapa yang baik amalnya, disini kita lihat peranan Allah sebagai Robb (Pendidik). Orang kafir tidak pernah memahami dan mengakuinya seperti orang beriman. Kemudian dalam ayat itu Allah sebut sifatNya yang Maha Perkasa dan Maha Pengampun. Disitu Allah sebutkan Sifat Maha Perkasa Allah yang mampu mematikan dan Menghidupkan, namun Allah Maha Pengampun kepada hambaNya yang mau dididik dan diasuh, yang mau memahami hidupnya di dunia ini adalah ujian semata dan akan diakhiri dengan kematian. Apakah orang kafir juga memahami kehidupan di dunia ini seperti orang beriman?

Quran Surat Al Isra´ ayat 49 – 51 di bawah ini menjelaskan bahwa orang kafir sebenarnya hanya mengakui Allah sebagai yang Menghidupkan dan Mematikan manusia pertama kali di dunia ini, tetapi tidak percaya dan tidak mengakui Allah juga Menghidupkan mereka kali kedua nanti di akhirat. Ini menjelaskan lagi orang kafir tidak tahu untuk apa Allah menciptakan hidup (Menghidupkan) dan menciptakan mati (Mematikan). Maka jauh dapat dikatakan bahwa orang kafir mengakui Tauhid Rububiyah, atau mengakui Allah sebagai Robb bagi mereka dengan segala Sifat RububiyahNya.

17:49
Dan mereka berkata: “Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?”
17:50
Katakanlah: “Jadilah kamu sekalian batu atau besi,

 

17:51

atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu”. Maka mereka akan bertanya: “Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?” Katakanlah: “Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama”. Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata: “Kapan itu (akan terjadi)?” Katakanlah: “Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat”,

 

Surat An Nazi´at ayat 10 – 11 juga menjelaskan lagi bahwa orang kafir tidak mengakui Allah akan menghidupkan mereka pada kali kedua di alam akhirat

Surat An-Nazi´at Ayat 10
(Orang-orang kafir) berkata: “Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula?
Surat An-Nazi´at Ayat 11
Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?”

 

Jadi bagaimana mungkin orang kafir yang hanya mengakui Allah yang menghidupkan mereka hanya pada kali pertama tetapi tidak mengakui Allah juga akan menghidupkan mereka di kali kedua disebut mengakui Tauhid Rububiyah?

Allah menghidupkan manusia pada kali kedua di alam akhirat adalah untuk menunjukkan Sifat Rahmat dan Sifat Adil Allah kepada hambaNya. Allah akan mengampuni hambaNya karena RahmatNya dan kemudian memasukan mereka ke SyurgaNya serta menghukum hambaNya karena KeadilanNya yang kemudian memasukan mereka ke neraka. Itulah Sifat Rububiyah yang utama yang orang kafir tidak mengakuinya ketika mereka masih berada di dunia.

Banyak ayat-ayat lain seperti tentang penciptaan manusia, penciptaan langit dan bumi dan lain-lain yang kalau dikaitkan dengan Sifat Rububiyah Allah yang Maha Pendidik/Pengasuh dan Maha Kasih Sayang, akan berbeda pemahamannya dibanding dengan kefahaman tanpa mengkaitkannya dengan Maha Pendidik/Pengasuh dan Berkasih Sayang. Sedang pengakuan dan keyakinan Tauhid Rububiyah yaitu mengEsakan Allah sebagai Robb dengan Sifat Rububiyah-Nya adalah bergantung dari bagaimana kita memahaminya. Kalau pemahaman berbeda tentu pengakuan dan keyakinan terhadap Tauhid Rububiyah tidak sama. Jadi pernyataan ajaran Tauhid 3 serangkai bahwa “orang musyrik mengakui Tauhid Rububiyah” adalah tidak benar sebab bertentangan dengan Qur´an.

Wallahu a´lam

Lihat juga:

Tauhid Rububiyah dalam ajaran 3 Tauhid melanggar Tauhid al Asma was Sifat ajarannya sendiri

Perbedaan pemahaman orang beriman dan orang kafir terhadap Allah sebagai Pencipta langit dan bumi

Perbedaan mengakui Allah Yang Memberi Rezeki dengan dan tanpa mengaitkan dengan Sifat Rububiyah Yang Maha Mendidik dan Kasih Sayang

Allah sebagai Maha Pencipta manusia di mata orang beriman dan orang musyrikin

Bagaimana menjelaskan konflik antara kaidah Tauhid Rububiyah dan kaidah Tauhid Asma wa Sifat dalam ajaran Tauhid dibagi 3 dengan kaidahnya sendiri

Artikel lain ada dalam Daftar Isi

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s