Jika seseorang mengakui Allah sebagai Robb baginya.

Kita telah sama-sama membahas arti Robb dalam link ini

Sifat Rahmat (Kasih Sayang) adalah Sifat Utama Rububiyah Allah

Maka jelas bahwa sifat utama mendidik adalah kasih sayang. Selain dalil dalam link di atas, juga terbukti dari kenyataan dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika kita berada di satu tempat dimana banyak anak-anak jalanan yang nakal dan bahkan jahat, apa yang terbetik dalam hati dan fikiran kita yang masih sehat?
Kita akan komentar begini: ” Kasihan anak-anak ini,
– mereka tidak terdidik,
– mereka tidak ada yang mengurus,
– mereka kekurangan kasih sayang dari orang tuanya
– mereka kurang perhatian orang tuanya
– tidak ada yang peduli dengan mereka
– dan lain-lain komentar yang serupa.
Intinya tidak ada orang yang bertindak sebagai murobbi (pendidik) yang me”robbayani shoghira” yang menyayangi mereka ketika mereka masih kecil. Disini jelas kita lihat eratnya pendidikan dengan kasih sayang. Ada hubungan yang sangat erat, yaitu siapa yang tidak terdidik, maka sebenarnya dia tidak mendapat cukup kasih sayang.
Begitulah besar dan beratnya arti pendidikan dan yang terlibat di dalamnya (tarbiyah, murobbi, Robbun) yang membentuk pribadi manusia menjadi terdidik yang ditandai dengan sifat kasih sayang. Itu sebabnya Islam sangat memuliakan orang yang mau menjaga, mendidik dan menyayangi, (yang me”robbayani shoghira”kan) anak yatim
Allah adalah Robb yang mengurus dan mendidik manusia, tentulah jauh lebih peduli lagi dari seorang murobbi. Untuk ini Allah mengutus Nabi dan Rasul untuk mendidik dan mengasuh manusia yaitu hamba Allah yang sangat dikasihiNya.

Maka apa sebenarnya mengakui Allah sebagai Robb baginya, apakah cukup hanya dengan
– mengakui Allah sebagai Penciptanya ?
– Allah sebagai Pemberi rezeki ?
– Allah sebagai Pengatur segala urusan ?

Kemudian mereka katakan “tauhid rububiyyah diyakini semua orang baik mukmin, maupun kafir, sejak dahulu hingga sekarang.”.

Sebagaimana yang diyakini oleh ajaran Tauhid 3 serangkai? (Lihat snapshot muslim.or.id tentang makna Tauhid di bawah ini dan juga video ini menit ke-7,)

muslim-or-id_org-kafir-percaya-tauhid-rububiyah

Tentu jawabnya tidak. Seseorang yang mengakui Allah sebagai Robb (Pengurus/Pendidik baginya), maka berarti dia bersedia untuk menjadi “marbub” (yang diurus/yang dididik) oleh Allah sebagai Pendidiknya. Dia juga akan merasakan sifat utama Rububiyah Allah yaitu dikasihi dan dicintai Allah. Disinilah perbedaan besar orang yang menjadikan sifat rahmat Allah sebagai sifat utama Rububiyah Allah dan orang yang membuang sifat rahmat Allah.
Hubungan Robb dengan marbub adalah hubungan cinta kasih yang melebihi cinta kasih antara ibu dengan anaknya, seperti sabda Rasulullah SAW:
Dari Umar bin Al Khaththab RA berkata: Didatangkanlah para tawanan perang kepada Rasulullah SAW. Maka di antara tawanan itu terdapat seorang wanita yang susunya siap mengucur berjalan tergesa-gesa – sehingga ia menemukan seorang anak kecil dalam kelompok tawanan itu – ia segera menggendong, dan menyusuinya. Lalu Nabi Muhammad SAW bersabda: Akankah kalian melihat ibu ini melemparkan anaknya ke dalam api? Kami menjawab: Tidak, dan ia tidak akan mampu untuk melemparkannya. Lalu Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah lebih sayang kepada hamba-Nya, melebihi sayangnya ibu ini kepada anaknya (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Maksud hadits ini bukan hanya menunjukan cinta kasih Allah sebagai Robb kepada marbubNya, melebihi ibu kepada anaknya, tetapi juga isyarat adanya cinta kasih sebaliknya yaitu marbub kepada Robbnya serta anak kepada ibunya. Ini dijelaskan dengan perintah Allah kepada hambaNya untuk mendoakan orang tuanya

Bildergebnis für Doa untuk orang tua

Ya Tuhanku, ampunilah aku dan ibu bapakku, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku pada waktu aku kecil.


Allah berfirman dalam QS Al Isra: 24

17:24

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.

Kalau seorang ingin mencintai Allah maka dia mesti mengikuti dan mencintai Rasulullah SAW. Firman Allah dalam QS Ali Imran:31

Surat Ali Imran Ayat 31

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasih kalian dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Firman Allah dalam QS Al Ahzab:21
Surat Al Ahzab Ayat 21
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

 

Disini jelas Allah memberitahukan hambaNya jika mencintai Allah mesti mengikut Rasulullah SAW, mesti mengakui Rasulullah SAW sebagai utusan Allah dan murobbinya. Orang yang mengharap rahmat Allah yaitu mengharapa Sifat Utama Rububiyah Allah adalah orang yang menjadikan Rasulullah SAW sebagai suri tauladan. Dia mesti bersedia dididik oleh Rasulullah SAW. Hubungan hamba yang menjadikan Allah sebagai Robb baginya adalah hubungan cinta kasih Robb dan marbubNya secara timbal balik. Dalam satu hadits Rasulullah SAW menceritakan tentang Allah sebagai Robb (Pendidik) bagi Rasululah SAW:

“Addabani Robbi fa ahsana ta´dibii” yang artinya “aku dididik oleh Tuhanku dengan sebaik-baiknya didikan.”
Bagaimana seorang marbub (hamba yang dididik/diasuh) mengakui Allah sebagai Robbnya (Pendidik dan Pengasuhnya), contohlah Rasulullah SAW, sebaik-baik marbub.

Dalam sebuah doa yang diajarkan Nabi SAW dalam suatu hadits yang sering kita dengar

Rodhitu billahi Robba, wabil Islami dina, wabi Muhamadin Nabiya (3x)

“Aku ridho Allah menjadi Rabbku, Islam sebagai Agamaku, dan Muhammad SAW sebagai Nabiku”

Barangsiapa membaca sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka Allah memberikan keridhoannNYA pada hari Kiamat. (HR.Abu Dawud no.5070)

Siapa yang mengakui Allah sebagai Robbnya, maka dia redho Allah sebagai Robb baginya, Islam sebagai agamanya yang dianutnya dan Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasulnya yang menjadi tauladannya.
Jauh sekali dari sekedar pengakuan orang kafir yang mengakui Allah hanya sebagai Pencipta, Pemberi rezeki dan Pengatur segala sesuatu.
Disini bertambah menjelaskan bahwa orang kafir tidak pernah mengakui Tauhid Rububiyah yaitu Allah sebagai Robb bagi mereka.

Wallahu a´lam

Artikel lain ada dalam Daftar Isi

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s