Sifat Rahmat (Kasih Sayang) adalah Sifat Utama Rububiyah Allah

Kalau kita membahas arti Rububiyah lebih dalam lagi, maka kita dapati bahwa sifat utama Allah sebagai Pendidik/Pemelihara adalah Rahmat (kasih sayang).
Eratnya Sifat Rahmat (Kasih Sayang) Allah dengan Sifat Robb (Pendidik), dapat kita lihat dalam doa kita untuk orang tua kita.Bildergebnis für Doa untuk orang tua

Ya Tuhanku, ampunilah aku dan ibu bapakku, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku pada waktu aku kecil.


Allah berfirman dalam QS Al Isra: 24

17:24

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.

Kita tahu akar kata Robb (Rububiyah) adalah sama dengan Robbayani.  Perhatikan terjemahan kata “Robbayani”. Ada yang langsung diterjemah dengan “menyayangiku”, ada juga yang diterjemah dengan “mendidik aku”. Ini menunjukkan eratnya makna mendidik dengan kasih sayang. Kata “kama” (sebagaimana) memperkuat eratnya hubungan antara warhamhuma (berilah kasih sayang kepada mereka) dengan robbayani (mendidik).

Dalam suatu hadits, diceritakan bagaimana kasih sayang Allah kepada hambaNya melebihi kasih sayang ibu kepada anaknya.

Dari Umar bin Al Khaththab RA berkata: Didatangkanlah para tawanan perang kepada Rasulullah SAW. Maka di antara tawanan itu terdapat seorang wanita yang susunya siap mengucur berjalan tergesa-gesa – sehingga ia menemukan seorang anak kecil dalam kelompok tawanan itu – ia segera menggendong, dan menyusuinya. Lalu Nabi Muhammad  SAW bersabda: Akankah kalian melihat ibu ini melemparkan anaknya ke dalam api? Kami menjawab: Tidak, dan ia tidak akan mampu untuk melemparkannya. Lalu Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah lebih sayang kepada hamba-Nya, melebihi sayangnya ibu ini kepada anaknya (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Dalam memulai segala perbuatan yang baik Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita untuk membaca basmalah, yang di dalamnya disebut Nama dan Sifat Allah yang Utama yaitu Ar-Rahman dan Ar-Rohim yang Maha Pengasih dan Maha Pemurah. Allah menjelaskan lagi kepada kita tentang Sifat Utama Nya yang disebut khusus di antara Asmaul Husna, Nama-NamaNya yang baik dalam Qur´an Surat Al Isra ayat 110

17:110
Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu”.

Ini menunjukkan Sifat Rahmat Allah memang Sifat Utama Rububiyah Allah. Inilah Sifat Allah yang mesti kita selalu rasakan dan selalu harapkan dari Allah sebagai orang yang beriman yang mengakui Allah sebagai Robb Tuhan kita.

Sebaliknya orang kafir tidak pernah mengakui Allah sebagai Robb mereka, sebab mereka tidak merasakan dan tidak mengharapkan sifat Rahmat (kasih sayang) Allah.

Ini jelas disebut dalam Quran Surat Yusuf 87:

Surat Yusuf Ayat 87
Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”
Dan dalam Surat Al Ankabut 23
Surat Al 'Ankabut Ayat 23
Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih.

Allah sudah menjadi Robb yang Mendidik/Memelihara manusia sebelum manusia diciptakan dan setelah kewujudannya. Allah adalah Robb yang memelihara manusia di alam ruh, juga ketika manusia dilahirkan, menjalani hidup dan dimatikan di alam dunia ini dan seterusnya hingga tempat tujuannya di alam akhirat. Allah memelihara dan mendidik manusia agar manusia layak dimasukan ke dalam syurgaNya. Dan kita tahu bahwa manusia bahkan Rasulullah SAW masuk Syurga hanyalah karena rahmat Allah, yang didalamnya ada ampunan Allah.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَا مِنْ أَحَدٍ يُدْخِلُهُ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ ». فَقِيلَ وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِى رَبِّى بِرَحْمَةٍ ».

Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada seseorang yang dimasukkan ke surga oleh amalnya.” Lalu ada yang bertanya: “Tidak pula engkau wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Tidak pula saya, kecuali Tuhanku melimpahkan rahmat-Nya kepadaku.” (HR. al-Bukhari [5673, 6463] dan Muslim [2816]).

Ketika orang Islam meninggal dunia, sering kita sebut almarhum (artinya yang dirahmati Allah) atau orang itu telah kembali ke Rahmatullah, maksudnya kembali kepada Allah sambil kita mendoakan  semoga orang Islam yang telah meninggal itu mendapat rahmat Allah sehingga mendapat ampunan Allah. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya secara tidak sadar sudah lama kita diajarkan oleh leluhur kita yang tentu dari zaman Wali Songo untuk memahami bahwa Sifat Utama dari Rububiyah (Pemeliharaan) Allah adalah Sifat Rahmat Allah.

Itu sebabnya orang beriman selalu mengharap rahmat dan ampunan Allah, berbeda jauh dari orang kafir yang berputus asa dari rahmat Allah.

Berapa banyak sifat rahmat Allah kita dapati dalam peranan Allah sebagai Robb. Mulai dari penciptaan alam ini untuk mempersiapkan utusanNya makhluk yang paling mulia yaitu Rasulullah SAW yang diutus semata-mata karena rahmat Allah. Firman Allah dalam QS Al Anbiya 107

21:107
Dan tiadalah Kami mengutus mu (Rasulullah), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
Firman Allah dalam QS Al Ahzab:21
Surat Al Ahzab Ayat 21
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Perhatikan tafsiran ayat di atas tentang orang yang mengharap Allah adalah orang yang mengharap rahmat Allah, Sifat Utama Rububiyah Allah. Orang yang mengharap rahmat Allah adalah orang yang menjadikan Rasulullah Shallallahu alaihi wa alihi wassalam sebagai uswatun hasanah (suri tauladan).

Rasulullah Shallallahu alaihi wa alihi wassalam diutus sebagai rahmat (kasih sayang) Allah untuk seluruh alam juga maksudnya adalah untuk memelihara alam ini dan mendidik umat manusia agar mempunyai akhlak yang mulia. Yang dengan itu manusia dapat menyebarkan risalah ini dengan rahmat (kasih sayang) kepada generasi berikutnya dan ikut memelihara alam semesta. Lihatlah betapa erat kaitan pendidikan, akhlak dan kasih sayang. Betapa besar kasih sayang Allah sebagai Robb yang mendidik dan memelihara manusia serta keseluruhan alam semesta ini. Mengakui Allah sebagai Robb baginya dengan mengenal dan memahami Sifat RububiyahNya berbeda dengan orang yang tidak mengenalNya

Jadi jelas, iktiqad ajaran pokok Tauhid 3  bagian yang mengatakan: orang kafir mengakui Allah sebagai Robb mereka sebagaimana orang beriman adalah bathil, karena bertentangan dengan Al Qur´an.

muslim-or-id_org-kafir-percaya-tauhid-rububiyah

 

Artikel lain ada dalam Daftar Isi

 

Iklan

11 pemikiran pada “Sifat Rahmat (Kasih Sayang) adalah Sifat Utama Rububiyah Allah

  1. Aminuddin M.N

    Sobat segera hapus blog anda, daripada anda menanggung beban di Akherat…
    Saya melihat banyak sekali tuduhan dlm blog ini.
    Sampai saya sendiri merasa ogahan membantahnya satu persatu..
    Karena saking banyaknya…

    Suka

    1. Terimakasih tuan Aminuddin, kami hanya dapat menyampaikan. Kalau anda ogah membantah. Terserah anda, itu tanggung jawab anda.
      Blog kami ini menjawab kekeliruan ajaran Tauhid 3 serangkai yang ada dengan bukti dari blog ajaran Tauhid 3 serangkai itu sendiri sebab komentar kami dalam blog tauhid 3 serangkai itu banyak dihapus.

      Suka

  2. wahaboy

    Bagus Pemuda Desa, lanjutkan perjuangan memberikan Hidayah kepada umat Islam dari ajaran Salafi/Wahabi/Ahlusunnah Palsu /Syiah yang lebih mengutamakan ajaran Ibn Taimiyah, Muhammad Ibn Albdul Wahab, Albani, Bin Baz, Utsaimin dkk dibanding bermaszhab ke salah satu dari 4 Imam Mutabar

    Disukai oleh 1 orang

    1. Terimakasih tuan Wahaboy atas dukungannya.
      Mohon share tulisan kami, jika menurut anda bermanfaat untuk kawan/saudara anda dan saudara muslim dimanapun berada.
      Kita hanya mengharap rahmat Allah dalam berusaha menyampaikan penjelasan.
      Jazakumullahu khairan.
      Semoga Allah meredhoi usaha kita

      Suka

  3. sayyid

    Assalamualaikum wr.wb,

    sdrku pemuda desa yg dimuliakan Allah,

    Saya lihat pemuda desa sudah banyak ilmu pengetahuan.
    saya ingin menambahkan satu ilmu lagi untuk sdrku pemuda desa inshaaAllah pemuda desa mau menerimanya.

    Firman Allah dalam QS Al Anbiya 107

    Dan tiadalah Kami mengutus mu (Rasulullah), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

    jika kita mengartikan ayat ini bahwa rasulullah sebagai rahamat berarti kita sudah membuat kesalahan yg besar.

    Sebenarnya bukan muhammad itu rahmatnya tetapi alquran yg telah diturunkan oleh Allah kepada muhammad bagi semesta alam , karena alquran adalah (rahmat) juga bagi dirinya sendiri.

    wassalamualaikum wr.wb,

    ustadz sayyid habib yahya

    Suka

    1. wa alaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuhu.
      terima kasih Tuan Sayyid Habib Yahya atas ilmunya.
      Kami ingin bertanya.
      Bagaimana anda dapat memisahkan antara Rasulullah shallallahu alaih wassalam dengan Al Quran.
      1. Ketika Siti Aisyah ditanya bagaimana akhlaq Rasulullah* beliau menjawab Al Quran. Akhlak Rasulullah adalah Al Quran.
      2. Telah bersabda Rasulullahi shallallahu alaihi wassalam: “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan serta merta mencabutnya dari hati manusia. Akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ‘ulama. Kalau Allah tidak lagi menyisakan seorang ‘ulama pun, maka manusia akan menjadikan pimpinan-pimpinan yang bodoh. Kemudian para pimpinan bodoh tersebut akan ditanya dan mereka pun berfatwa tanpa ilmu. Akhirnya mereka sesat dan menyesatkan. [Al-Bukhari (100, 7307); Muslim (2673)]. Artinya ilmu Al Quran ada pada manusia yaitu ketika Rasulullah hidup ada pada Rasulullah, dan seterusnya di bawa oleh Ulama pewaris Nabi. Al Quran yang di dalam buku, namanya Mushaf Al Quran.

      Jadi Al Quran yang mana yang anda maksud sebagai rahmat untuk alam?

      3. Tulisan kami yang terbaru yang berkaitan dengan komentar anda. yaitu perbedaan antara golongan yang meyakini bahwa ilmu ada pada Ulama sehingga mempelajarinya perlu sanad. dengan golongan yang meyakini ilmu pada Kitab sehingga mempelajarinya tak perlu sanad. https://pemudade.wordpress.com/2018/02/24/perbedaan-ilmu-yang-bersanad-dan-ilmu-tanpa-sanad/

      Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu

      Pemuda Desa

      Suka

  4. sayyid

    Assalamualaikum wr.wb,
    sdrku pemuda desa yg dimuliakan Allah,

    surat al maidah ayat 48.
    48. وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
    Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,

    para nabi dan rasul semuanya adalah muslim dan agama yg mereka bawa adalah islam, bedanya bahwa kitab terakhir yaitu alquran telah disempurnakan oleh Allah untuk kita semuanya.
    rahmat itu bukan perorangan tetapi untuk seluruh bangsa dimuka bumi ini dan muhammad itu adalah perantaranya saja.Beliau telah wafat tetapi alquran adalah dari (Allah yg tetap hidup untuk selama-lamanya).
    sesuatu yg mati tidak bisa dikatakan rahmat tetapi rahmat adalah dari AR RAHMAAN.
    Allah telah berfirman dengan jelas kepada nabi Muhammad s.a.w,

    31. قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
    Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(ali imran ayat31)

    pertanyaan anda,
    Bagaimana anda dapat memisahkan antara Rasulullah shallallahu alaih wassalam dengan Al Quran.
    1. Ketika Siti Aisyah ditanya bagaimana akhlaq Rasulullah* beliau menjawab Al Quran. Akhlak Rasulullah adalah Al Quran.

    Alquran sempurna , pertanyaan saya kepada anda apakah nabi muhammad manusia yg sempurna? tolong tunjukkan saya ayatnya pada alquran, setahu saya yg sempurna datang dari yg maha sempurna yaitu Allah S.W.T

    jika kita membahas soal akhlak, bukan nabi muhammad s.a.w saja yg memiliki akhlak mulia tetapi seluruh nabi dan rasul yg telah diberi kitab suci masing-masing.

    2. Telah bersabda Rasulullahi shallallahu alaihi wassalam: “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan serta merta mencabutnya dari hati manusia. Akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ‘ulama. Kalau Allah tidak lagi menyisakan seorang ‘ulama pun, maka manusia akan menjadikan pimpinan-pimpinan yang bodoh. Kemudian para pimpinan bodoh tersebut akan ditanya dan mereka pun berfatwa tanpa ilmu. Akhirnya mereka sesat dan menyesatkan. [Al-Bukhari (100, 7307); Muslim (2673)]. Artinya ilmu Al Quran ada pada manusia yaitu ketika Rasulullah hidup ada pada Rasulullah, dan seterusnya di bawa oleh Ulama pewaris Nabi. Al Quran yang di dalam buku, namanya Mushaf Al Quran.

    Allah telah menjaga kesempurnaan alquran hingga akhir zaman, ilmu itu ada pada alquran
    anda mau kemana?

    yg saya takuti adalah :
    jika umat islam lebih mencintai rasulnya daripada Allah S.W.T

    wassalamualaikum wr.wb,

    ustadz sayyid habib yahya

    Suka

    1. Wa alaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuh.
      Tuan ustadz sayyid habib yahya

      Rasulullahu shallallahu alaihi wa alihi wassalam adalah manusia yang paling sempurna.
      Dalilnya antara lain:
      Allah memuji Rasulullah shallallahu alaihi wassalam dalam QS Al Qalam ayat 4: Wa innaka la’ala khuluqin ‘adzim, yang artinya: Sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas budi pekerti yang agung.
      Dalil hadis riwayat Malik, Innama bu’itstu liutammima makarima al akhlagi, yang artinya: Bahwasanya aku (Rasulullah shallallahu alaihi wassalam) diutus untuk menyempurnakan akhlaq.

      Dalil Rasulullah adalah rahmat untuk alam semesta adalah “WAMA ARSALNAKA ILLA RAHMATAN LIL’ALAMIN “ (Dan tiadalah Kami (Allah) mengutus engkau (Muhammad), kecuali untuk menjadi rahmat bagi semesta alam) (QS. Al-anbiya’ :lO7). “.

      Kata anda “Ilmu ada pada Al Quran”. Ucapan itu justru berbahaya. Ucapan seperti Ini pernah diucapkan kaum Khawarij: Mengapa ikut manusia tidak ikut Quran?
      Ketika tahkim antara Sayidina Ali dan Sayidina Muawiyah radhyallahu anhuma. Akhirnya kaum khawarij berniat membunuh 3 orang yaitu Sayidina Ali, Sayidina Muawiyah dan Sayidina Amr bin ‘Ash. Namun hanya Sayidina Ali bin Abi Thalib yang terbunuh. Ini bukti akibat kaum Khawarif belaja Quran tanpa sanad ilmu, walaupun sempat bertemu Shahabat radhiallahu anhum.

      Mohon maaf tentang ketakutan anda bahwa jika umat islam lebih mencintai rasulnya daripada Allah S.W.T, adalah sama dengan alasan golongan Tauhid dibagi 3 (Wahabi) untuk menghancurkan peninggalah Rasulullah shallalahu alaihi wassalam, yang sudha dijaga bertahun-tahun. Inilah akibat meyakini ilmu agama (Quran dan Sunnah) ada pada buku bukan pada Ulama.
      Tulisan kami yang berkaitan dengan itu ada dalam
      – Hakikat perbedaan ilmu yang bersanad dan ilmu tanpa sanad
      https://pemudade.wordpress.com/2018/02/24/perbedaan-ilmu-yang-bersanad-dan-ilmu-tanpa-sanad/
      – Mengapa cara pembahasan Tauhid Rububiyah dalam ajaran Tauhid dibagi 3 justru dapat menjauhkan penganutnya dari makna penting Rububiyah Allah
      https://pemudade.wordpress.com/2018/01/04/mengapa-cara-pembahasan-tauhid-rububiyah-dalam-ajaran-tauhid-dibagi-3-justru-dapat-menjauhkan-penganutnya-dari-makna-penting-rububiyah-allah/

      Wassalam alaikum wa rahmatullahi wa barakutuh

      Pemuda Desa

      Suka

  5. sayyid

    Assalamualaikum wr.wb,
    sdrku pemuda desa yg dimuliakan Allah,

    QS Al Qalam ayat 4: Wa innaka la’ala khuluqin ‘adzim, yang artinya: Sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas budi pekerti yang agung.

    Anda lucu sekali mengambil dalil yg tidak ada sangkut pautnya mengenai kesempurnaan wujud manusia muhammad itu malah akhlak yg anda ambil lagi apakah anda tidak mengerti seluruh firman Allah pada surat al kalam itu?

    Nabi muhammad s.a.w dianggap kaumnya gila seperti para nabi/rasul dahulu juga dianggap kaumnya gila, anda ngerti?

    dimana letaknya kesempurnaan muhammad s.a.w jika beliau masih menerima rahmat Allah S.W.T.(alquran)
    Apakah manusia muhammad s.a.w itu adalah rahmat itu sendiri? sehingga engkau menjadikan dia tuhan?

    anda tidak memiliki ilmu sama sekali hanya menceritakan dongeng didepan internet yg menyesatkan umat islam, anda mengikuti yahudi yg lebih mencintai nabi mereka dari yg menciptakan mereka.
    apakah anda tidak tau bahwa tanpa pencipta tidak ada manusia termasuk anda?

    maaf iya saya kata al quran bukan quran.

    wassalamualaikum wr.wb,

    ustadz sayyid habib yahya

    Suka

    1. Wa alaikum salam wa Rahmatullahi wa barakatuhu.
      Tuan Ustad Sayyid Habib Yahya.
      Mohon ma’af. Dari tulisan anda nampaknya anda terpengaruh penganut Tauhid dibagi 3, yang aneh pemahaman nya.
      Sebab kaidah Tauhid nya yg saling bertentangan antara satu Tauhid dgn Tauhid yg lainnya.

      Kalau dianggap gila oleh orang kafir adalah dianggap kelemahan. Bagaimana dgn Allah yg dianggap punya anak, bahkan dianggap tidak ada oleh org Atheis. Padahal Allah adalah Yang Maha Sempurna.

      Kesempurnaan makhluk manusia yg bernama Muhammad Rasulullah Shallallahu alahi wassalam berbeda dgn kesempurnaan Allah Khaliq Yang Menciptakan manusia.

      Golongan Tauhid dibagi 3 mudah menuduh orang yg mencintai Rasulullah Shallallahu alahi wassalam dengan mengatakan jangan terlalu fanatik kepadai Rasulullah. Tujuannya hanyalah ingin menjauhkan umat Islam dari Rasulullah Shallallahu alahi wassalam dan menjauhkan umat Islam dari ulama Ahlussunnah Wal jamaah.

      Inilah pengelabuan pengikut Tauhid dibagi 3 karena belajar ilmu tanpa sanad. Sehingga mengira ilmu agama ada di buku bukan pada manusia. Yaitu pada diri Rasulullah Shallallahu alahi wassalam dan ulama pewaris Nabi.

      Sekali lagi mohon ma’af.

      Wassalamu alaikum wa Rahmatullahi wa barakatuhu.

      Pemuda Desa

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s