Orang kafir mengakui adanya Allah bukan sebagai Robb mereka

Dalam ajaran pokok Tauhid 3 bagian, yang dimaksud dengan Tauhid Rububiyyah adalah mentauhidkan Allah dalam kejadian-kejadian yang hanya bisa dilakukan oleh Allah, serta menyatakan dengan tegas bahwa Allah Ta’ala adalah Rabb, Raja, dan Pencipta semua makhluk, dan Allahlah yang mengatur dan mengubah keadaan mereka. (Al Jadid Syarh Kitab Tauhid, 17).

Kemudian dengan definisi Tauhid Rububiyyah itu mereka menyimpulkan:
Dan perhatikanlah baik-baik, tauhid rububiyyah ini diyakini semua orang baik mukmin, maupun kafir, sejak dahulu hingga sekarang. (lihat muslim.or.id/6615-makna-tauhidl dan video ini, pada menit ke 6:30).
muslim-or-id_org-kafir-percaya-tauhid-rububiyah
Konon itu katanya berdasarkan Al Qur´an. Disini saja mereka sudah lupa bahwa hanya Allah yang dapat menghidupkan manusia setelah matinya manusia di dunia, sebagaimana firman Allah dalam QS Al Muthaffiffin: 4-6

 

Surat Al-Muthaffifin Ayat 4
Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan,
Surat Al-Muthaffifin Ayat 5
pada suatu hari yang besar,
Surat Al-Muthaffifin Ayat 6
(yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?

dan orang kafir jelas tidak mengakui kuasa Allah ini sebagaimana disebut dalam

QS Al-Isra: 49

17:49
Dan mereka berkata: “Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?”

Jadi pernyataan mereka bahwa “tauhid rububiyyah ini diyakini semua orang baik mukmin, maupun kafir, sejak dahulu hingga sekarang” adalah hasil mereka mentakwil (mengalihkan) makna ayat dan ini jelas melanggar kaidah Tauhid Asma wa Sifat ajarannya sendiri.
Hal ini bagi umat Islam Ahlussunnah wal Jamaah adalah sangat memprihatinkan. Sebab dengan begitu artinya mereka beriktiqad bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wassalam mengakui Tauhid Rububiyah yaitu memahami dan meyakini Allah sebagai Robb beliau sebagaimana orang kafir mengakui Tauhid Rububiyah serta memahami dan meyakini Allah sebagai Robb mereka yang masih kafir itu, na´udzubillahi min dzalik.

Tahukah mereka arti Robbun atau Rububiyyah yang sebenarnya?
Akar kata Robbun atau Rububiyyah sama dengan akar kata tarbiyah, murobbi dan robbayani yang berarti mendidik, memelihara, mengasuh, menjaga, memiliki dengan kasih sayang. Definisi lebih luas adalah memproses sesuatu agar menjadi lebih baik. Allah sebagai Robb bagi manusia adalah Yang Mendidik/Memelihara/Memproses manusia menjadi yang lebih baik, dan seterusnya menjadi insan kamil atau manusia yang berakhlak mulia.
Ini sesuai dengan tujuan Allah menciptakan manusia sebagai khalifah dimuka bumi yang beribadah kepadaNya, yang dengan diutusnya para Rasul dan Nabi a.s yang diakhiri dengan Rasulullah SAW adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia.
Sebagai Maha Pendidik tentulah merangkumi banyak Sifat Allah yang berkaitan dengan peranan Allah sebagai Maha Pendidik dan Sifat Rahmat (Kasih Sayang) adalah Sifat Utama Rububiyah Allah.
Orang kafir yang diceritakan dalam Qur´an faham benar apa itu arti Robb. Dengan mengakui Allah sebagai Robb, artinya mereka mesti taat kepada Allah sebagai Tuhan Yang Maha Mendidik, sehingga kehdupan mereka menjadi lebih baik, tetapi untuk itu mereka harus meninggalkan kebiasaan yang selama ini disukai hawa nafsunya. Itu yang berat bagi mereka untuk mengakui Allah sebagai Robb mereka.
Kali ini kami akan menunjukkan bahwa pernyataan orang kafir mengakui Tauhid Rububiyah atau mengakui Allah sebagai Robb mereka adalah tidak ada.
Mari kita simak dalil-dalil mereka yang menurut mereka adalah pengakuan orang kafir terhadap Tauhid Rububiyyah yaitu mengakui Allah sebagai Robb mereka.

 

Surat 10 Yunus: 31

10:31
Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?

 

Dalam surat Yunus:31 dijelaskan orang kafir mengakui Allah sebagai

– Yang menciptakan pendengaran dan penglihatan
– Yang mengatur/memanage segala urusan
Itu adalah hanya sebagian kecil dari Sifat Rububiyyah Allah. Jadi tidak ada pengakuan orang kafir bahwa Allah sebagai Robb mereka. Tapi ditakwil menjadi orang kafir mengakui Tauhid Rububiyah.

 

23. Al Mukminun 84-89

23:84
Katakanlah: “Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?”
23:85

Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah”. Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak ingat?”

23:86

Katakanlah: “Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya ‘Arsy yang besar?”

23:87

Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah”. Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak bertakwa?”

23:88

Katakanlah: “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?”

23:89
Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah”. Katakanlah: “(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?
Dalam surat Al Mukminun: 84-89 orang kafir mengakui Allah sebagai
– Pemilik bumi dan seisinya
Robb dari 7 langit dan Robb bagi Arasy yang besar
– Yang berkuasa atas segala sesuatu, sehingga tidak ada yang dapat berlindung dari-Nya
Perhatikan dengan teliti, pada pengakuan orang kafir dengan kata Robb, bukanlah Robb bagi mereka, tetapi Robb dari 7 langit dan Robb bagi Arasy yang besar. Namun ditakwil (dialihkan maknanya) menjadi orang kafir mengakui Tauhid Rububiyah.

 

Untuk memudahkan kita faham, kita buat permisalan seorang anggota TNI yang sedang berada di Amerika. Kemudian ada seorang bertanya kepadanya “siapakah President Amerika?” Tentu anggota TNI itu akan menjawab Obama (tulisan ini ditulis Sept 2015). Tetapi apakah kemudian kita berkesimpulan bahwa President anggota TNI itu Obama, tentu bukan. Kalau pertanyaannya adalah “siapakah President anda?”, tentu anggota TNI itu menjawab Jokowi.
Perumpamaan lain untuk memudahkan kita faham, jika kita bertanya pada Pak Ahok: “Pak Ahok siapakah Nabinya umat Islam? dan agama apakah yang dianut mayoritas orang Indonesia”, tentu dijawab Pak Ahok: Nabi Muhammad dan agama Islam”. Bahkan Pak Ahok juga mengenal sedikit banyak tentang Nabi Muhammad SAW dan agama islam.
Tetapi pernyataan ini bukan berarti Ahok mengakui Nabi Muhammad adalah Nabi bagi dirinya dan Islam sebagai agamanya. Kalau kita bertanya “Pak Ahok, siapakan Nabi anda dan agama anda?, tentu Ahok akan beda jawabnya. Mudah-mudahan Pak Ahok mendapatkan hidayah dari Allah suatu hari nanti, sehingga beliau mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi bagi dirinya dan bersyahadat. Begitulah keterangan pertanyaan dalam QS Al Mukminun :86.

 

QS 29 Al Ankabut 61 , 63

29:61

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar).

29:63
Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya).

QS 31 Lukman 25

31:25

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

39 Zumar 38
Surat Az-Zumar ayat 38

Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, niscaya mereka menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya?. Katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku”. Kepada-Nya-lah bertawakkal orang-orang yang berserah diri.

 

QS 43. Az Zukhruf 9, 87
Surat Az-Zukhruf Ayat 9

Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, niscaya mereka akan menjawab: “Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”.

Surat Az-Zukhruf Ayat 87
Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?,

 

Kita lihat pada ayat-ayat berikutnya, QS Al Ankabut 61 dan 63, QS Lukman 25 dan QS Az Zukhruf 9 dan 87, tidak ada kita temukan pernyataan orang kafir mengakui Allah sebagai Robb mereka.

Pada QS Az Zukhruf 9 disebut siapakah yang menciptakan langit dan bumi? Orang kafir memang mengakui Allah yang menciptakan langit dan bumi  tetapi bukan sebagai Robb bagi mereka.
Demikian juga pada QS Az Zukhruf 87 disebut siapakah yang menciptakan mereka? orang kafir mengakui Allah sebagai Pencipta mereka, tapi bukan Robb bagi mereka. Sebagaimana dalam QS Yunus 31 di atas disebutkan bahwa mereka mengakui Allah sebagai yang Menghidupkan dan Yang Mematikan, tetapi bukan sebagai Robb bagi mereka. Namun sekali lagi makna Sifat Rububiyah Allah yang diakui orang kafir itu telah ditakwil (dipalingkan maknanya) menjadi orang kafir mengakui Tauhid Rububiyah.

 

Ayat-ayat di atas adalah dimaksudkan untuk kita berhikmah dalam berdakwah yaitu mengajak orang kafir untuk berfikir akan keberadaan dan kebesaran Allah, yang itu adalah sesuai dengan fitrah mereka. Rasulullah SAW kemudian memperkenalkan Allah yang mengutus beliau adalah ingin menyelamatkan manusia dari kesusahan dunia dan akhirat dengan sifat rahmat (kasih sayang) Allah.  Agar kemudian mereka akhirnya dapat mengakui Allah sebagai Robb mereka dan menjadikan Rasulullah SAW sebagai Murobbi mereka. Karena siapa yang menjadikan Allah sebagai Robb (Maha Pendidik/Pengurus) baginya maka dia akan menjadikan Rasulullah SAW sebagai Murobbi baginya.

Maka kita dapat menyimpulkan bahwa keterangan dalam Tauhid Rububiyah dari ajaran tauhid 3 bagian yang mengatakan bahwa orang kafir mengakui Allah sebagai Robb bagi mereka atau orang kafir mengakui Tauhid Rububiyah adalah tidak ada dalam Qur´an. Pernyataan itu adalah hasil takwil yang bathil, sebab pernyataan “orang kafir mengakui Tauhid Rububiyah” adalah bathil dan mustahil. Mereka telah banyak menta’thil Sifat Rububiyah Allah dalam pembahasan Tauhid Rububiyah.
Silakan bagi anda yang tidak puas untuk mencari dalil dalam Qur´an tentang pengakuan orang kafir bahwa Allah adalah Robb mereka. Namun kami ingatkan bahwa anda tidak akan menemukannya.

 

Lihat juga:

Perbedaan mengakui Allah Yang Memberi Rezeki dengan dan tanpa mengaitkan dengan Sifat Rububiyah Yang Maha Mendidik dan Kasih Sayang

Perbedaan memahami Allah Yang Menghidupkan dan Mematikan dengan dan tanpa Sifat Rububiyah Yang Maha Mendidik dan Kasih Sayang

Allah sebagai Maha Pencipta manusia di mata orang beriman dan orang musyrikin

Perbedaan pemahaman orang beriman dan orang kafir terhadap Allah sebagai Pencipta langit dan bumi

Hakikat perbedaan ilmu yang bersanad dan ilmu tanpa sanad

 

Wallahu a’lam


Artikel lain ada dalam Daftar Isi
Iklan

7 pemikiran pada “Orang kafir mengakui adanya Allah bukan sebagai Robb mereka

  1. Zulfikar

    Assalammualaikum admin…
    Maaf mw tnya ; apakah NU jg mengjarkan 3 tauhid ? sy liat d you tube ketua PBNU jg mengajarkan tauhid uluhiyah & Rububiyah, dan bliau jg brkata pd intinya, bhwa tauhid rububiyah jg diakui oleh semua agama..yg sy tw beliau adalah uklma Asy’ari/Maturidi, dan beliau jg menganut takwil u/ mmhami ayat mutasyabihah…

    Menit 2:16

    Suka

  2. Wa alaikumussalam wa rahamatullahi wa barakatuh. Tuan Zulfikar
    Terima kasih atas komentar dan link videonya.
    Kami tidak tahu mengapa beliau berkata begitu, silakan saja tanya beliau sendiri.
    Namun ajaran Aqidah Ahlussunah wal Jamaah Asy’ariyah/Maturidiyah tidak memisahkan Tauhid Rububiyah dan Tauhid Uluhiyah, sebab hakikatnya semua Sifat Rububiyah (Sifat Allah sebagai Robb /Tuhan yang Maha Memelihara) adalah juga semua SIfat Uluhiyah (Sifat Allah sebagai Ilah/Tuhan Yang disembah).

    https://pemudade.wordpress.com/2016/03/02/makna-ilah-uluhiyah-dan-robb-rububiyah/

    Suka

    1. Zulfikar

      Terimakasih admin, menurut sy prbedaan kita yg pling mndasar dgn klompok 3 serangkai adalah pd pemahaman tauhid Aswa ea Sifat, mgkin memang ada prbedaan pndapat tntang apakh org kafir meyakini Tauhid Rububiyah atau tidak, yg sy tw Ketum PBNU jg slah 1 tokoh yg mnentang keras klompok 3 (tauhid) serangkai, & bliau jg memahami aswa wa sifat brdasarkan Aqidah Asy’ari/Maturidi…Sy jg liat d you tube tntang pmbahasan trilogi tauhid yg dbawakan HRS, bliau mngatakan bhwa mereka (klompok 3 serangkai) jg memilah tauhid kpd org muslim,kita (penganut Asy’ari/Maturudi ) dsebut ahli tauhid rubibiyah dan uluhiyah,ini yg beliau (HRS) tentang, mereka jg menyebut kita sbg “muatil” krena kita berbeda pehaman tntang tauhid aswa wa sifat.

      Pada mnit 38-44

      https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://m.youtube.com/watch%3Fv%3Deuq_7T3hrPo&ved=0ahUKEwim397on5TbAhWJuI8KHUKvCj4Qo7QBCCUwAA&usg=AOvVaw2Ve45WShvLDr8R_CNPBOjw

      Suka

      1. Tuan Dzulfikar. Kaidah Aqidah Tauhid dibagi 3 itu aneh, kacau dan double standard, Itu sebabnya sikap/fattwa yang berdasar kaidah seperti itu juga aneh, kacau dan double standard.
        Standard Tauhid Asma wa Sifat: menetapkan nama bagi Allah sesuai dengan apa yang ditetapkan oleh Allah Ta’ala dalam kitab-Nya dan ditetapkan oleh Rasul-Nya melalui lisannya, tanpa melakukan tahrif (takwil) dan ta’thil serta tanpa melakukan takyif dan tamtsil.

        Sedang Standard dalam Tauhid Rububiyah: justru mentakwil dan menta’thil Sifat Rububiyah Allah agar dapat membuat pernyataan “orang musyrik mengakui Tauhid Rububiyah”.
        Contoh Sifat Rububiyah yang di takwil (dipalinglan maknanya) adalah Sifat Allah Mencipta langit dan bumi. Dalam Quran ditetapkan Sifat Rububiyah Allah yang ditanyakan kepada orang musyrik adalah “Siapakah Yang Menciptakan langit dan bumi”, orang musyrik menjawab “Allah”. Langsung dipalingkan maknanya menjadi “orang musyrik mengakui Tauhid Rububiyah”, seolah-olah, Sifat Rububiyah Allah hanyalah mencipta langit dan bumi. Padahal banyak Sifat Rububiyah Allah yang tidak diakui oleh orang musyrik.
        https://pemudade.wordpress.com/2018/04/02/sifat-sifat-rububiyah-allah-yang-ditakwil-dipalingkan-maknanya-dalam-pembahasan-tauhid-rububiyah-ajaran-tauhid-dibagi-3/
        Contoh Sifat Rububiyah Allah yang di ta’thil (diingkari) dalam Tauhid Rububiyah adalah “Menghidupkan manusia di akhirat”. Sifat Rububiyah Allah ini tidak diakui oleh orang musyrik
        https://pemudade.wordpress.com/2018/03/20/sifat-sifat-rububiyah-allah-yang-ditathil-diingkari-dalam-pembahasan-tauhid-rububiyah-ajaran-tauhid-dibagi-3/

        Itu sebabnya mengapa cara pembahasan Tauhid Rububiyah dalam ajaran Tauhid dibagi 3 justru dapat menjauhkan penganutnya dari makna penting Rububiyah Allah
        https://pemudade.wordpress.com/2018/01/04/mengapa-cara-pembahasan-tauhid-rububiyah-dalam-ajaran-tauhid-dibagi-3-justru-dapat-menjauhkan-penganutnya-dari-makna-penting-rububiyah-allah/

        Suka

    2. Zulfikar

      Saya prnah dengar & baca bahwa ada istilah Ta’aluq Shuluhi pd Aqidah Asy’ari, mohon klo bsa buat ulasan tntang itu , Admin 🙏🙏🙏

      Trimakasih

      Suka

      1. Tuan Dzulfikar. Ta’aluq maksudnya yang menjadi objek dari SIfat Allah yang mempunyai ta’aluq (objek), seperti Maha Melihat, Maha Kuasa. Maha Berkehendak. Dari Sifat Ma’ani dari Sifat 13 atau 20 yang kita pelajari hanya Sifat Maha Hidup Allah (Hayyun dan Kaunuhu Hayyan) tidak ada ta’aluq (objeknya).
        Ta’aluk Shuluhat, adalah makhluk/objek yang Allah Melihatnya sebelum makhluk itu diciptakan.
        Wujud Dzat Allah Qidam (tidak ada awal) dan Baqa (tidak ada akhir) maksudnya tidak terikat waktu. Maka waktu bukan menjadi penghalang bagi Allah melihat makhluk yang akan diciptakanNya.

        Kalau makhluk kita baru bisa melihat sesuatu makhluk, setelah makhluk itu diciptakan dan ada di depan kita, setelah makhluk itu pergi (musnah), atau jika kita yang pergi atau sudah meninggal duluan. kita tidak melihatnya lagi.
        Sifat Melihat Allah sempurna tidak seperti makhluk, tanpa terhalang waktu dan tempat.
        https://pemudade.wordpress.com/2016/05/16/mari-menyelami-sifat-wajib-allah-yang-20-bagian-1-sifat-nafsiyah-dan-sifat-salbiyah/

        Wallahu a’lam,

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s